Cari di Blog Ini

Sunday, October 25, 2009

PRESPEKTIF Adam N XI IPS 1

Perspektif (dari bahasa Latin perspicere, untuk melihat melalui) dalam seni grafis, seperti menggambar, adalah representasi perkiraan, pada permukaan yang rata (seperti kertas), dari suatu gambar seperti yang dirasakan oleh mata. Dua fitur yang paling khas perspektif adalah bahwa obyek yang diambil:

  • Kecil sebagai jarak dari pengamat meningkat
  • Foreshortened: ukuran dimensi obyek sepanjang garis pandang relatif lebih pendek dari dimensi melintasi garis pandang (lihat nanti).

Sekilas

. Sebuah kubus dalam perspektif dua titik.

Sinar cahaya perjalanan dari objek, melalui gambar pesawat, dan ke mata pengamat.

Linear perspective works by representing the light that passes from a scene through an This is the basis for graphical perspective. Ini adalah dasar bagi perspektif grafis. imaginary rectangle (the painting), to the viewer's eye. Perspektif linier bekerja dengan mewakili cahaya yang lewat dari sebuah adegan melalui khayalan persegi panjang (lukisan), ke mata pemirsa. It is similar to a viewer looking through a window and painting what is seen directly onto the windowpane. Hal ini mirip dengan penampil melihat melalui jendela dan melukis apa yang dilihat secara langsung ke jendela. If viewed from the same spot as the windowpane was painted, the painted image would be identical to what was seen through the unpainted window. Jika dilihat dari tempat yang sama seperti kaca jendela dicat, gambar yang dicat akan identik dengan apa yang terlihat melalui jendela tidak dicat. Each painted object in the scene is a flat, scaled down version of the object on the other side of the window. [ 1 ] Because each portion of the painted object lies on the straight line from the viewer's eye to the equivalent portion of the real object it represents, the viewer cannot perceive (sans depth perception ) any difference between the painted scene on the windowpane and the view of the real scene. Setiap objek yang dilukis dalam adegan yang datar, diperkecil versi objek di sisi lain dari jendela. [1] Karena setiap bagian dari objek dicat terletak pada garis lurus dari mata pemirsa ke bagian setara nyata objek yang mewakili, para penonton tidak dapat melihat (sans kedalaman persepsi) ada perbedaan antara lukisan pemandangan di jendela dan melihat pemandangan yang sebenarnya.

All perspective drawings assume a viewer is a certain distance away from the drawing. Semua gambar perspektif mengasumsikan penampil adalah jarak tertentu dari gambar. Objects are scaled relative to that viewer. Objek berskala relatif terhadap penonton. Additionally, an object is often not scaled evenly: a circle often appears as an ellipse and a square can appear as a trapezoid. Selain itu, sebuah objek sering tidak merata skala: lingkaran sering muncul sebagai sebuah elips dan sebuah persegi dapat muncul sebagai sebuah trapesium. This distortion is referred to as foreshortening. Distorsi ini disebut sebagai foreshortening.

Perspective drawings typically have an -often implied- horizon line. Gambar perspektif biasanya memiliki-sering tersirat-garis horizon. This line, directly opposite the viewer's eye, represents objects infinitely far away. Baris ini, tepat di seberang mata pemirsa, mewakili benda-benda jauh jauh. They have shrunk, in the distance, to the infinitesimal thickness of a line. Mereka telah menyusut, di kejauhan, dengan ketebalan yang sangat kecil baris. It is analogous to (and named after) the Earth's horizon . Hal ini analog dengan (dan dinamai) Bumi cakrawala.

Any perspective representation of a scene that includes perpendicular lines has one or more vanishing points in a perspective drawing. Setiap perspektif representasi dari adegan yang mencakup garis tegak lurus memiliki satu atau lebih titik hilang dalam gambar perspektif. A one-point perspective drawing means that the drawing has a single vanishing point, usually (though not necessarily) directly opposite the viewer's eye and usually (though not necessarily) on the horizon line. Sebuah perspektif satu titik gambar berarti bahwa gambar memiliki satu titik hilang, biasanya (walaupun tidak selalu) tepat di seberang mata pemirsa dan biasanya (meskipun tidak harus) di garis horizon. All lines parallel with the viewer's line of sight recede to the horizon towards this vanishing point. Semua baris sejajar dengan si pengamat garis pandang surut ke cakrawala menuju titik hilang ini. This is the standard "receding railroad tracks" phenomenon. Ini adalah standar "rel kereta api surut" fenomena. A two-point drawing would have lines parallel to two different angles. Sebuah dua titik gambar akan garis yang sejajar dengan dua sudut yang berbeda. Any number of vanishing points are possible in a drawing, one for each set of parallel lines that are at an angle relative to the plane of the drawing. Sejumlah titik hilang yang mungkin dalam suatu gambar, satu untuk setiap rangkaian garis-garis yang sejajar pada sudut relatif terhadap bidang gambar.

Perspectives consisting of many parallel lines are observed most often when drawing architecture (architecture frequently uses lines parallel to the x, y, and z axes ). Perspektif yang terdiri dari banyak garis-garis sejajar yang diamati paling sering ketika menggambar arsitektur (arsitektur yang sering menggunakan garis-garis sejajar dengan x, y, dan sumbu z). Because it is rare to have a scene consisting solely of lines parallel to the three Cartesian axes (x, y, and z), it is rare to see perspectives in practice with only one, two, or three vanishing points; even a simple house frequently has a peaked roof which results in a minimum of six sets of parallel lines, in turn corresponding to up to six vanishing points. Karena sangat jarang memiliki adegan hanya terdiri dari garis-garis sejajar dengan tiga sumbu Cartesian (x, y, dan z), sangat jarang untuk melihat perspektif dalam prakteknya dengan hanya satu, dua, atau tiga titik hilang, bahkan sebuah rumah sederhana sering memiliki atap yang memuncak menghasilkan minimal enam set garis paralel, pada gilirannya sesuai dengan menghilang hingga enam poin.

In contrast, natural scenes often do not have any sets of parallel lines. Sebaliknya, pemandangan alam seringkali tidak memiliki garis paralel set. Such a perspective would thus have no vanishing points. Perspektif semacam itu dengan demikian akan tidak memiliki titik hilang.


PENGERTIAN PERSPEKTIFKonstruksi perspektif adalah sebuah dasar pendidikan seni dan besar artinya untuk lingkup penggunaan yang sangat luas seperti arsitek, orang-orang teknik mesin, dan para desainer. Menurut Leonardo da Vinci, perspektif adalah sesuatu yang alami yang menampilkan yang datar menjadi relief dan yang relief menjadi datar. Perspektif adalah suatu sistem matematikal untuk memproyeksikan bidang tiga dimensional ke dalam bidang dua dimensional, seperti kertas atau kanvas. Kata “Perspektif” berasal dari kata bahasa Itali “Prospettiva” yang berarti “gambar pandangan”.Konstruksi perspektif memungkinkan kita untuk menggambarkan sebuah benda atau ruang secara nyata di atas sebuah bidang datar (bidang gambar), atau untuk memperjelas sebuah rencana yang telah digambarkan secara proyeksi geometri (tampak atas, depan dan samping).SEJARAH PERSPEKTIFSejak para seniman mencoba untuk mengekspresikan bentuk tiga-dimensional ke dalam bidang dua-dimensional, dengan sadar ataupun tidak sadar mereka telah terlibat dengan semacam ‘perspektif’. Aliran realis pertama-tama diperkenalkan ke dalam gambar atau lukisan dengan penggunaan bayangan pada zaman Pericles. Pemendekan garis perspektif dan pemancaran sinar, sebagian telah diketahui sekitar abad 4 SM dan fragmen-fragmen karya ini tidak turut musnah dengan kehancuran Pompeii (tahun 79 M).Perkembangan perspektif sebagai ilmu pengetahuan dimulai pada zaman Renaissance. Paolo Uccello (1397-1475) telah menghabiskan begitu banyak waktu untuk mempelajarinya. Pekerjaannya kemudiaan diikuti oleh yang lain. Dipelopori oleh Fillipo Brunelleschi (1379-1446) seorang ahli bangunan, dilanjutkan lebih jauh oleh Leona Battista Alberti (1404-1472) seorang arsitek.Piero degli Franceschi (1420-1492) seorang pelukis dan ahli matematika, telah menulis buku pelajaran pertama mengenai perspektif. Barozzio da Vignolia (1507-1573) dan Andrea Mantegna (1431-1516) menggunakan teknik perspektif dalam figur lukisan. Penggunaan konstruksi perspektif ini menyebar cepat dengan adanya penemuan mesin cetak dan pekerjaan pemahat-pemahat seperti Albrecht Durer (1472-1528).Sebelum tahun 1500, konstruksi perspektif telah dicoba dan diuji kemungkinan-kemungkinannya. Leonardo da Vinci memasukkan diagram-diagram dan keterangan-keterangan mengenai perspektif dalam buku-buku catatannya. Pada tahun 1499 ia membuat diagram-diagram untuk buku karangan temannya, ahli matematika Fra Luca Pacioli yang berjudul “De Devina Proportione”. Lukisan-lukisan perspektif dan buku-buku mengenai teori perspektif bermunculan pada jaman Barok. Pada tahun 1715 muncul sebuah teori perspektif dari Taylor, yang kemudian dikembangakan sampai sekarang. Pada jaman Barok, Eropa untuk pertama kalinya mengenal lebih dekat lukisan-lukisan Tiongkok. Lukisan-lukisan ini masih ada kekurangannya, yaitu keaslian menurut alamiahnya dan aturan perspektif atau kebenaran perspektifnya. Gambar dari Tiongkok dapat disejajarkan dengan gambar pada jaman Rokoko di Eropa, yaitu gambar perspektif dengan banyak titik hilang. Manusia abad ke-19 berpendapat sistem ini terlalu dibuat-buat, terlalu berbelit-belit dan juga tidak cukup tepat. Maka mereka mengembangkan fotografi.Sejak jaman Renaissans, para seniman telah memperbaharui teknik-teknik perspektif. Thomas Eakins (1844-1916) membuat sebuah gambar lanskap dengan bayangan yang sangat akurat. Beberapa kritikus berpendapat bahwa gambar dengan teknik perspektif ‘dihancurkan’ oleh para seniman modern, seperti Pablo Picasso di awal abad ke-20. Namun beberapa seniman modern tidak benar-benar meninggalkan teknik perspektif; mereka meminjam tekniknya, mengelaborasikannya dengan karya mereka dan memperbaiki teknik-tekniknya, yang menjadikan gambar perspektif sebagai sebuah karya seni sekaligus ilmu pasti.PRINSIP DASAR PERSPEKTIFPeraturan-peraturan perspektif yang berbeda-beda (bermacam-macam), pada dasarnya semua mengikuti keadaan alam. Dan hal ini dapat dengan baik diperhatikan pada alam sekitar kita. Mata manusia sudah terbiasa untuk melihat benda-benda sekeliling dalam bentuk perspektif. Maka orang akan lebih cepat menangkap maksud sebuah gambar perspektif daripada proyeksi ortogonal.Seperti diketahui, mata manusia hanya mampu melihat keadaan sekeliling dengan sudut pandang tertentu yang relatif dan terbatas. Kemampuan manusia memandang ini tidak dapat dipaksakan untuk melihat (memandang) obyek sekeliling dengan sudut pandang yang lebih besar.Dalam penggambaran perspektif terkonstruksi, diumpamakan bahwa pengamatan obyek berasal dari satu titik pandang. Yaitu titik tempat pengamat berdiri memandang obyek. Sudut dipersempit secara relatif, dan dengan cara ini garis-garis lurus akan tetap lurus dan menghasilkan gambar perspektif yang tidak terdistorsi.TERBENTUKNYA GAMBAR PERSPEKTIFHampir semua orang yang bekerja menggunakan gambar perspektif, sebelumnya pernah menggunakan peralatan fotografi. Alat fotografi yang kita kenal sekarang, adalah suatu perkembangan lanjut dari kamera Obscura.Yohan Baptist Porta (1560) pernah menulis tentang alat ini. Prinsipnya mungkin sudah dipergunakan sejak zaman babilon. Sinar masuk melalui lubang kecil pada sisi depan kotak yang tertutup. Berkas sinar ini akan membentuk sebuah gambar samar-samar terbalik pada dinding belakang yang datar. Dalam pesawat foto, lubang ini dibesarkan untuk mempertajam gambar dilengkapi dengan lensa.Benda yang disinari akan memantulkan sinar ke semua penjuru. Tanpa adanya cahaya yang menyinari objek, tidak akan mungkin objek itu terlihat oleh mata manusia atau tertangkap oleh kamera. Sinar-sinar pantulan yang mengenai mata dinamakan sinar-sinar pandang. Sinar-sinar ini memproyeksikan sebuah gambar benda pada selaput jala.Hal ini juga terjadi dalam dunia fotografi. Hanya bedanya, sinar-sinar pandang ini diproyeksikan ke atas bidang yang sensitif terhadap cahaya, yaitu lembaran film. Karena sinar-sinar proyeksi ini melalui suatu titik pusat, maka gambar yang dihasilkan dinamakan gambar proyeksi pusat. Semua gambar yang dihasilkan oleh kamera foto dinamakan juga gambar proyeksi pusat atau gambar perspektif.ISTILAH DALAM KONSTRUKSI PERSPEKTIFa. ObjekObjek yang berbentuk garis lurus, siku dan teratur, sangat mudah digambar. Sisi objek yang semakin hidup atau berbentuk tidak teratur, semakin sulit untuk digambar. Kesulitannya pada ketidakaturan objek tersebut. Untuk penggambarannya dibutuhkan ketepatan dalam gambar tampak atas, muka dan samping.Sering dijumpai gambar perspektif dengan satu sisi vertikal atau satu rusuk vertikal objek menempel pada bidang gambar; dengan demikian didapatkan garis vertikal pada gambar perspektif, yang menjadi pedoman langsung bagi ukuran sebenarnya.b. Titik pandangTitik pandang merupakan tempat pengamat berada. Dari titik tersebut pengamat memandang objek dengan sudut pandang tertentu. Semakin jauh pengamat berada dari objek, semakin luas pula areal yang mampu dipandang pengamat. Biasanya areal pandangan dalam fokus yang tajam pada manusia adalah relatif kecil.Contoh kasus: Kebanyakan orang hanya mampu untuk membaca beberapa kata sekaligus dari sebuah tulisan. Untuk menghilangkan atau mengurangi keterbatasan itu, tulisan dimundurkan dari mata pengamat.Konsentrasi pada detail yang tajam dengan areal pandang yang lebar, mungkin menyebabkan distorsi pada sekitar gambar itu. Distorsi ini sering terjadi karena mata pengamat lebih banyak memperlihatkan bagian gambar daripada yang mungkin dilihat dalam sekilas. Ini dapat dihilangkan atau paling tidak dikurangi dengan gambar yang lebih terbatas atau dengan alternatif lain: memindahkan pengamat lebih jauh dari objek.c. Bidang gambarBidang Gambar adalah bidang khayal yang tembus pandang untuk melihat ke daerah yang akan digambar. Bidang gambar dapat divisualisasikan sebagai kaca raksasa yang berdiri tegak antara pengamat dan daerah yang akan digambar. Ketika proses menggambar dimulai, permukaan kertas gambar akan merepresentasikan bidang gambar ini. Kita tidak bisa membuat gambar perspektif yang baik tanpa pertama-tama memvisualisasikan bidang gambar dan hubungannya dengan pokok-pokok yang akan digambar di atas bidang kertas. Bidang gambar dapat diletakkan di sembarang tempat pada objek (di depan, di belakang atau memotong objek), tegak lurus terhadap sumbu pandang.Gambar perspektif terbentuk oleh sinar-sinar pandang dari sudut objek ke titik pandang yang memotong bidang gambar. Jika bidang gambar ditempatkan di depan objek, sinar-sinar pandang ke pengamat memperkecil ukuran imajinasi dan jika ditempatkan di belakang objek, sinar-sinar ini akan memperbesar ukuran imajinasi gambar perspektif.d. Kerucut pandang dan sumbu pandangUntuk menghindari distorsi gambar, jarak antara pengamat dan objek diatur oleh sudut pandang, yaitu sudut pada titik pandang yang dibentuk oleh sinar-sinar dari pinggir objek. Jika sudut pandang ini terlalu besar, kedalaman gambar perspektif seperti dilebih-lebihkan (menimbulkan gambar yang tidak normal/distorsi). Dan apabila sudut pandang terlalu kecil, gambar perspektif itu akan kelihatan didatarkan.Sebagai pedoman; dengan posisi kepala diam, mata manusia dapat melihat keadaan sekitarnya dengan sudut pandang mencapai 180o. Namun yang teridentifikasi hanya objek-objek yang berada pada sudut pandang antara 60o - 90o, objek-objek di luar sudut pandang tersebut akan sulit untuk diidentifikasi, objek-objek menjadi buram dan tidak jelas bentuknya. Bila mata manusia lebih difokuskan lagi, maka yang terlihat hanya objek-objek yang berada pada sudut padang antara 30o - 60o.Berdasarkan pembahasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa sudut pandang 90o merupakan sumbu pandang pada gambar perspektif, dan sudut pandang antara 30o-60o merupakan kerucut pandangnya.e. Garis cakrawala atau garis horisonYang dimaksud bidang cakrawala dalam gambar perspektif adalah bidang khayalan, kedudukannya selalu setinggi mata pengamat dan sejajar dengan bidang dasar. Berupa garis mendatar, dengan ketinggian mata pengamat dan memisahkan gambar yang di atas dan di bawah mata. Tinggi cakrawala bervariasi menurut tinggi mata si pengamat. Sikap pengamat (duduk/berdiri) menentukan tinggi cakrawala.f. Titik hilangTitik hilang adalah titik dalam gambar perspektif di mana garis-garis yang sesungguhnya dalam keadaan sejajar akan menghilang menuju titik ini. Objek-objek yang pada kenyataannya sama besar, bila posisinya menjauhi pengamat akan tergambarkan lebih kecil daripada objek yang lebih dekat dengan pengamat. Letak titik hilang segaris lurus dengan garis cakrawala (untuk perspektif satu titik hilang dan dua titik hilang)g. Titik ukur dan titik diagonalTitik ukur dalam konstruksi perspektif berfungsi untuk mengukuhkan kedalaman suatu objek dengan akurat. Dengan adanya titik ukur, maka penggambaran perspektif akan lebih akurat.Titik diagonal berfungsi untuk menarik garis yang dalam keadaan normal memiliki sudut 45o, ke dalam gambar perspektif. Biasanya digunakan pada perspektif yang menggunakan bujur sangkar (segi empat sama sisi) sebagai tolok ukurnya.Titik ukur dan titik diagonal pada perspektif satu dan dua titik terletak pada garis cakrawala dan hanya dapat digunakan untuk mengukur bidang-bidang horisontal pada gambar perspektif. Pada perspektif satu titik hilang, titik ukur dan titik diagonal terletak pada satu titik yang sama, yang jaraknya tergantung pada jarak pengamat terhadap objek paling jauh. Pada perspektif dua titik hilang titik diagonal terletak tepat di tengah diantara dua titik hilangKonstruksi perspektif terukur dapat pula digambarkan dengan tanpa pertolongan titik ukur, yaitu dengan memproyeksikan sudut-sudut obyek pada bidang gambar. Tapi ini kurang praktis, karena dibutuhkan gambar pandangan atas dan samping yang lengkap dan berskala tepat.

nama : Mery M.
kelas : IX IPS 1
pengertian perspektip
PENGERTIAN
Perspektif merupakan suatu kumpulan asumsi maupun keyakinan tentang sesuatu hal, dengan perspektif orang akan memandang sesuatu hal berdasarkan cara-cara tertentu, dan cara-cara tersebut berhubungan dengan asumsi dasar yang menjadi dasarinya, unsur-unsur pembentuknya dan ruang lingkup apa yang dipandangnya.
Perspektif membimbing setiap orang untuk menentukan bagian yang relevan dengan fenomena yang terpilih dari konsep-konsep tertentu untuk dipandang secara rasional.
Secara ringkas dapat disimpulkan bahwa perspektif adalah kerangka kerja konseptual, sekumpulan asumsi, nilai, gagasan yang mempengaruhi perspektif manusia sehingga menghasilkan tindakan dalam suatu konteks situasi tertentu.
Dalam konteks sosiologi juga memiliki perspektif yang memandang proses sosial didasarkan pada sekumpulan asumsi, nilai, gagasan yang melingkupi proses sosial yang terjadi.
Dalam mengamati perubahan ekonomi, politik dan sosial, para teoritisi menggunakan berbagai label dan kategori teoritis yang berbeda untuk menggambarkan ciri-ciri dan struktur masyarakat lama yang telah runtuh dan tatanan masyarakat baru yang sedang terbentuk. Misalnya F. Tonnnies menggunakan istilah Gemeinschaft dan Gesellschaft, Emil Durkheim mengamati dengan solidaritas mekanik dan solidaritas organik. Herbet Spencer melihatnya dengan kategori masyarakat militer dan industri serta August Comte mengujinya dengan tiga tahap perkembangan yaitu tahap teologis, metafisik dan positif atau ilmiah.
Pada perkembangan selanjutnya terdapat empat perspektif dalam sosiologi yang akan dipaparkan dalam tulisan ini yaitu :
¨ Perspektif Struktural Fungsional
¨ Perpektif Konflik
¨ Perpektif Evolusi
¨ Perpektif Interaksi Simbolis
1. Perspektif Struktural Fungsional
Tokoh-tokoh perpektif ini yang dikenal luas antara lain: Talcot Parsons, Neil Smelser.
Ciri pokok perspektif ini adalah gagasan tentang kebutuhan masyarakat (societal needs). Masyarakat sangat serupa dengan organisme biologis, karena mempunyai kebutuhan-kebutuhan dasar yang harus dipenuhi agar masyarakat dapat melangsungkan keberadaannya atau setidaknya berfungsi dengan baik. Ciri dasar kehidupan sosial struktur sosial muncul untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat dan merespon terhadap permintaan masyarakat sebagai suatu sistem sosial. Asumsinya adalah ciri-ciri sosial yang ada memberi kontribusi yang penting dalam mempertahankan hidup dan kesejahteraan seluruh masyarakat atau subsistem utama dari masyarakat tersebut.

nama : Sekar Dwi N.
kelas : XI IPS 1

WAJAH IDEAL

Kalo orang cantik, atau ganteng, apa sih tolok ukurnya sehingga mereka termasuk golongan orang-orang yang ‘beruntung’ itu? Kenapa kita semua sepakat menyatakan bahwa orang yang kita lihat setidaknya tidak jelek, cukup menarik dan enak dipandang.

Ternyata ada ukuran secara obyektif untuk menentukan proporsi wajah yang ideal. Dan ukuran inilah yang menjadi rujukan dalam bidang kedokteran gigi misalnya bidang orthodonti (meratakan gigi) atau prosthodonti (pembuatan gigi palsu) dan Bedah Mulut.

(Drawn by Hendro Kuswantoro)

Proporsi wajah normal dibagi menjadi tiga bagian, yakni dari batas rambut dengan wajah sebagai batas atas hingga mencapai alis itu mempunyai nilai sepertiga. Kemudian dari batas alis hingga dasar cuping hidung sepertiga, dan dari batas cuping hidung hingga dagu juga sepertiga.

Sedangkan batas ideal sepertiga muka bagian bawah pada saat istirahat, yakni gigi tidak saling menyentuh (rahang bawah pada posisi istirahat, dan ada jarak di antaranya yang disebut free way space), terbagi menjadi tiga bagian juga. Dari dasar cuping hidung ke garis bibir sepertiga dan dari garis bibir ke dagu dua pertiga. Nilai rata-rata ‘ideal’ ini dipakai sebagai petunjuk untuk menentukan tinggi gigi seri palsu supaya tetap sesuai dalam gigitan dan pengucapan huruf.

SENYUM IDEAL

Tuh..senyum juga ada yang ideal. Bila menurut Aa Gym senyum itu harus tulus, terbit dari dasar hati dan setidaknya bertahan selama 3 menit, maka senyum yang cantik secara harfiah juga punya dasar yang obyektif. Mari kita lihat dulu gambar ini.

Senyum yang menarik memperlihatkan deretan gigi-gigi depan, namun tidak sampai sudut mulut, tapi deretan gigi itu berhenti beberapa jarak dari sudut mulut. Jadi ada daerah yang gelap pada sudut senyum di mulut. Diantara jarak netral itulah letak dari segmen estetik anterior. Ruang ini dinamis yang terlihat saat kita tersenyum lebar dan terus berubah sesuai dengan ekspresi wajah. Dalam kedokteran gigi bisa didefinisikan sebagai ruang bilateral (dua sisi) yang terletak lateral (sisi kiri dan kanan), di sudut mulut yang tersenyum.

Gambar yang sering dibuat anak-anak berupa wajah bundar, dengan mata dan lengkung bibir membentuk senyuman, diteliti lebih lanjut dan ternyata merupakan dasar pula dari kedokteran gigi estetis. Jarak antara AB sebading dengan jarak BC pada gambar di atas, dan garis mulut yang terbuka tidak sampai di sudut mulut tapi berhenti sebelum mencapai sudut. Dan itulah batas yang dipakai untuk menyusun gigi-gigi depan pada gigi palsu.

Dan ternyata rumus dari senyum ideal adalah jarak dari sudut mulut hingga sudut mulut satunya saat tersenyum (DE), adalah sama dengan jumlah jarak tulang hidung (BC) ditambah lebar mata (AB). AC=DE pada gambar iv.

Sedangkan susunan gigi ideal saat tersenyum mempunyai rumus, jarak putih gigi yang terlihat (FG) sama dengan jarak tulang hidung (BC). BC=FG saat tersenyum (gambar iv).
Rizki .septudin ( XI IPS 3 )


Silakan pilih sendiri metode yang paling cocok utk elo utk menggambar wajah. Biasanya para pemula memulainya dari bagian2x kecil, misalnya menggambar hidung, menambahkan mulut dan menggambar mata, dan terakhir membuat outline dari wajah.

Buat gw langkah paling baik dalam menggambar wajah adalah menentukan bagian utama dari wajah yaitu membuat outline terluar dari wajah dan menggambar rambut dalam bentuk yang paling dasar baru dilanjutkan dengan membuat bagian2 yang ada secara individual.










































































Setelah mengerti basic dari proporsi wajah kita bisa memulai dengan detail2x bagian lainnya seperti mata, hidung, mulut dan telinga.





















































































pengertian perspektip

METODE PENGGAMBARAN PERSPEKTIF

Semua sistem perspektif berpangkal pada dua metode dasar, yaitu gambar bebas tangan (free hand) dan gambar terukur. Gambar perspektif terukur dipakai untuk mengartikan suatu bentuk benda atau objek dengan akurat. Untuk metode ini dipergunakan alat-alat gambar, dan skala-skala ukuran diambil langsung dari gambar rencana. Gambar bebas tangan dipakai untuk memberikan penjelasan (detail) sebuah gambar. Kedudukan-kedudukan objek didapat dari suatu kombinasi kerja tebak (sistem kira-kira) dan konstruksi dengan perkiraan yang hampir tepat. Di sini tidak dibutuhkan ukuran yang pasti dan tepat.

1. Perspektif Satu Titik Hilang

Perspektif satu titik hilang merupakan cara menggambar perspektif yang paling mudah, karena keseluruhan objek pada bidang gambar dapat diukur dengan skala. Walaupun cara ini yang termudah, gambar perspektif satu titik hilang dapat terlihat alami namun juga sangat mudah terdistorsi.

KKonstruksi perspektif satu titik hilang didasari oleh kenyataan bahwa garis vertikal digambarkan secara vertikal, garis horisontal digambarkan secara horisontal, dan hanya garis-garis yang menunjukkan kedalaman perspektif yang bertemu pada satu titik hilang (kecuali garis-garis melintang yang memiliki sudut selain 0o dan 90o terhadap garis normal/cakrawala).
Perspektif satu titik hilang menggambarkan sebuah objek dengan satu titik pedoman yang menghubungkan dengan bidang gambar. Metode ini menggunakan hanya satu titik hilang di mana semua garis perspektif tersebut akan tertuju, serta satu titik ukur yang berperan pula sebagai titik diagonal (lihat gambar).
Gambar perspektif satu titik hilang sangat membantu dalam proses awal dan pengembangan gagasan sebuah desain, namun jarang sekali digunakan para desainer untuk presentasi akhir sebuah desain.
Perspektif Satu Titik Metode Garis Tanah
Metode garis tanah banyak digunakan karena relatif paling praktis dan garis-garis konstruksinya sederhana. Akan tetapi metode ini terbatas penggunaannya untuk ruangan geometris sederhana berbentuk kotak dengan arah pandangan harus selalu frontal (tegak lurus) terhadap salah satu bidang dinding datar dalam ruangan
Metode ini menggunakan perpanjangan garis tanah sebagai garis ukur untuk menerapkan ukuran-ukuran sebenarnya yang sejajar dengan garis sumbu pandangan.
Bidang A.B.B1.A1 (salah satu dinding ruangan) yang mendasari gambar perspektif ruangan.
Pada perpanjangan garis tanah (ke kiri maupun ke kanan) garis BD diukurkan (dalam gambar = B’D1).
Dari titik D1 ditarik garis yang tgak lurus terhadap garis B’D’ dan perpanjangan garis ini memotong garis horison pada titik TU yang berfungsi sebagai titik ukur bagi semua ukuran kedalaman lainnya.
2. Perspektif Dua Titik Hilang
Perspektif dua titik hilang menggambarkan objek dengan menggunakan dua titik hilang yang terletak berjauhan di sebelah kanan dan kiri pada garis cakrawala. Perspektif dua titik hilang memberikan kesempatan untuk menggambarkan sudut terdekat atau terjauh dari sebuah objek atau ruangan. Dalam perspektif dua titik hilang, sudut ruangan atau tepi sebuah objek digambar terlebih dahulu dan dapat digunakan sebagai skala secara horisontal dan vertikal, untuk kemudian ditarik garis dari titik hilang.
Seperti dalam perspektif satu titik hilang, garis cakrawala digambarkan secara horisontal dan ditentukan oleh tinggi mata pengamat. Berbeda dari garis cakrawala dan elemen-elemen yang terletak di garis cakrawala, tidak ada garis horisontal yang ditemukan pada perspektif dua titik hilang – kecuali pada objek-objek yang memiliki kemiringan 45o, semua garis yang secara nyata terlihat sejajar horisontal akan terlihat miring menuju ke dua titik hilang.
Hanya ada satu garis horisontal dan vertikal yang digunakan sebagai skala pengukuran, yaitu garis horisontal dan vertikal pada sudut terdekat atau terjauh dari objek tersebut (dianjurkan menggunakan garis pada sudut terjauh dari objek tersebut).
Perspektif dua titik hilang sangat sulit untuk digambar secara terukur. Bagaimanapun, perspektif dua titik hilang menampilkan gambar yang terlihat lebih alami dengan sedikit distorsi dibanding metode perspektif yang lainnya.
Perspektif Dua Titik Hilang Metode Titik Ukur
Garis AB merupakan garis batas pandangan terhadap ruangan yang akan digambar. Letak dan posisinya ditentukan sendiri sesuai dengan kebutuhan.
secara horisontal dan ditentukan oleh tinggi mata pengamat. Berbeda
Titik mata M dan tinggi cakrawala diatas garis tanah juga ditentukan sendiri. Dari titik M ditarik dua garis lurus yang membentuk sudut siku-siku (saling tegak lurus), kedua garis memotong garis cakrawala pada dua titik hilang (H3 dan H4) dengan letak yang juga ditentukan sendiri. Titik U1 dan U2 berfungsi sebagai titik ukur.
Pada garis A1.A atau B1.B diukurkan tinggi langit-langit ruangan, tinggi pintu dan semua ukuran lain ke arah vertikal yang diperlukan.
Dengan mengukurkan potongan garis p1, p2, p3 dan p4 pada garis A1-B1 dan menghubungkannya dengan titik ukur yang sesuai (U1 atau U2) maka titik-titik yang diinginkan akan ditemukan dan gambar perspektif ruangan dapat digambarkan dalam kerangka bidang A1.B1.TL.C.
Perspektif Dua Titik Hilang Metode Garis Ukur
Seperti halnya pada metode titik ukur, pada metode ini letak garis AB, tinggi cakrawala dan letak titik hilang ditetapkan terlebih dahulu sesuai dengan kebutuhan.
Prinsip metode ini:
Dari titik yang ingin ditemukan dalam perspektif ditarik dua garis yang masing-masing sejajar dengan dua dinding ruangan yang tergambar pada denah. Kemudian titik-titik potong yang terjadi dengan garis AB diproyeksikan ke garis tanah dan diteruskan ke titik hilang yang sesuai. Titik potong kedua garis proyeksi ini adalah titik yang dicari dalam gambar perspektif. Contoh: lihat konstruksi garis untuk menemukan titik C pada gambar perspektif (=C1).

pengertian perspektip

PENGERTIAN

Perspektif merupakan suatu kumpulan asumsi maupun keyakinan tentang sesuatu hal, dengan perspektif orang akan memandang sesuatu hal berdasarkan cara-cara tertentu, dan cara-cara tersebut berhubungan dengan asumsi dasar yang menjadi dasarinya, unsur-unsur pembentuknya dan ruang lingkup apa yang dipandangnya.

Perspektif membimbing setiap orang untuk menentukan bagian yang relevan dengan fenomena yang terpilih dari konsep-konsep tertentu untuk dipandang secara rasional.

Secara ringkas dapat disimpulkan bahwa perspektif adalah kerangka kerja konseptual, sekumpulan asumsi, nilai, gagasan yang mempengaruhi perspektif manusia sehingga menghasilkan tindakan dalam suatu konteks situasi tertentu.

Dalam konteks sosiologi juga memiliki perspektif yang memandang proses sosial didasarkan pada sekumpulan asumsi, nilai, gagasan yang melingkupi proses sosial yang terjadi.

Dalam mengamati perubahan ekonomi, politik dan sosial, para teoritisi menggunakan berbagai label dan kategori teoritis yang berbeda untuk menggambarkan ciri-ciri dan struktur masyarakat lama yang telah runtuh dan tatanan masyarakat baru yang sedang terbentuk. Misalnya F. Tonnnies menggunakan istilah Gemeinschaft dan Gesellschaft, Emil Durkheim mengamati dengan solidaritas mekanik dan solidaritas organik. Herbet Spencer melihatnya dengan kategori masyarakat militer dan industri serta August Comte mengujinya dengan tiga tahap perkembangan yaitu tahap teologis, metafisik dan positif atau ilmiah.

Pada perkembangan selanjutnya terdapat empat perspektif dalam sosiologi yang akan dipaparkan dalam tulisan ini yaitu :

¨ Perspektif Struktural Fungsional

¨ Perpektif Konflik

¨ Perpektif Evolusi

¨ Perpektif Interaksi Simbolis

1. Perspektif Struktural Fungsional

Tokoh-tokoh perpektif ini yang dikenal luas antara lain: Talcot Parsons, Neil Smelser.

Ciri pokok perspektif ini adalah gagasan tentang kebutuhan masyarakat (societal needs). Masyarakat sangat serupa dengan organisme biologis, karena mempunyai kebutuhan-kebutuhan dasar yang harus dipenuhi agar masyarakat dapat melangsungkan keberadaannya atau setidaknya berfungsi dengan baik. Ciri dasar kehidupan sosial struktur sosial muncul untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat dan merespon terhadap permintaan masyarakat sebagai suatu sistem sosial. Asumsinya adalah ciri-ciri sosial yang ada memberi kontribusi yang penting dalam mempertahankan hidup dan kesejahteraan seluruh masyarakat atau subsistem utama dari masyarakat tersebut.


Oleh: Arip saripudin
kls: XI ips 1

Proporsi wajah (Arief.Rahman XI IPS 3 )

Suatu hari, tidak di kala kita duduk di tepi pantai, apalagi memandang ombak di lautan yang kian menepi, burung camar pun tidak terbang bermain di derunya air, si Gentho dolan ke rumahku, dan kemudian mendapati gambar sketsa muka orang bikinanku. Demi melihat gambar tersebut, Gentho langsung membongkar laptopnya untuk kemudian memandatkan tugas ke aku buat nggambarin sketsa wajah ceweknya. Konon katanya gambar itu nantinya bakal dihadiahin ke ceweknya pas ultah.

Begitulah. Gara-gara ketauan menyembunyikan skill menggambar tangan, aku akhirnya ketiban order seperti itu. Memang, sih, sebelum-sebelumnya nggak 1 pun makhluk di kampusku yang nyadar kalo aku ini bisa nggambar. Taunya mereka, aku ini cuma rajin nongkrong di kantin sambil nggodain mbak-mbak cantik yang bersliweran. Apa boleh buat… Aku memang bukan orang ganteng yang hobi nyombong, sih… :mrgreen:

Tapi sejujur-jujurnya, aku ini nggak bisa dibilang jago untuk urusan gambar-menggambar. Yang jago itu si Christian, atau malah si Marthana, temen sebangkuku waktu esema yang sekarang ngelanjutin S-2 Seni Rupa-nya di MIT sana (Mbandung Institute of Technology, maksudnya). Okelah, aku memang bisa nggambar dikit-dikit. Saking dikitnya, korban coretanku cumalah dinding-dinding tak berdosa di toilet kampusku yang kugambarin jantung hati, terus di bagian atas sama bawahnya ta’tulisin “Desti” dan “Joe”.

Dalam perkara gambar-menggambar, aku ini lemah kalo disuruh nentuin letak gelap-terangnya suatu obyek sama kalo disuruh menyusun gradasi warna. Tentunya hal ini bakal sangat menghalangi aku kalo saja aku kepengen jadi pelukis wajah jalanan di Malioboro sana. Bisa dipastikan konsumenku pasti bakal ngamuk-ngamuk dan memaksaku buat gulung tikar sebelum balik modal.

Tapi jangan salah! Walopun aku ini lemah betul dalam urusan yang ta’sebutin di atas tadi, aku ini jago mengakali keadaan. Masalah akal-akalan dan adu licik-licikan, aku ini masuk jajaran avant-garde di Ilmu Komputer UGM. Bahkan saking handalnya, si Lutfi - yang diamini sama mayoritas mahasiswa aktif di situ - menamaiku sebagai Sengkuni, meskipun aku sudah mati-matian mengklarifikasi kalo aku ini lebih cocok disetarakan dengan Bisma Dewabrata.

Tentu saja pada implementasinya di urusan gambar-menggambar wajah, ilmu akal-akalanku ini bisa diterapkan juga. Jadi kalo sampeyan-sampeyan yang nggak terlalu jago nggambar kepengen bisa nggambar sketsa wajah, sini, sampeyan ta’bimbing ke jalan yang benar. Baca dan ikuti tutorial nan ndak valid ala aku ini:

1. Pertama-tama siapkanlah segala keperluan sodara kalo kepengen bisa mengikuti jejakku. Sediakan 2 jenis pensil: pensil biasa dan pensil warna. Warna pensil warnanya bebas. Sesuaikan dengan selera sodara sahaja. Terus, sediakan juga kertas gambarnya. Di sini ta’sarankan kertas gambar yang permukaannya halus, sehalus pualam, yang diikuti juga oleh penyediaan penggaris. Terakhir, pastikan sampeyan punya komputer yang ada sopwer Adobe Photoshop di dalamnya. Oh ya, jangan lupa, kita juga butuh printer beserta tintanya.

2. Setelah sampeyan memastikan wajah siapa yang mau digambar dan punya file digitalnya dalam format *.jpeg, modifikasilah gambar wajah tersebut supaya gambar tersebut menjadi gambar dengan efek sketsa wajah. Jangan khawatir! Daku sudah pernah membuat tutorialnya. Silakan dicermati sahaja, dan di bawah ini adalah contoh antara gambar yang belum dipermak dan setelah dipermak:

Yup! sekarang kita sudah bisa menentukan gelap terang dan letak bayangan pada obyek gambarnya. Hore!

3. Print gambar yang sudah dipermak tersebut. Dan jika sampeyan waktu esde dulu pernah belajar menggambar peta pulau-pulau di Endonesa, sekarang saatnya menerapkan kembali hal itu. Bikin kotak-kotak pada gambar yang sudah di-print. Ini bertujuan untuk menjiplak gambar yang di-print itu ke kertas gambar.

Semakin banyak kotak yang sampeyan buat, maka nantinya gambar yang akan sampeyan buat juga akan semakin presisi garis-garisnya.

4. Buat kotak juga di kertas gambar sodara - sebagai garis bantu - dengan ukuran masing-masing luasnya lebih besar dari kotak di hasil print-print-an sodara sebelumnya. Buat kotaknya kalo bisa pake pensil biasa yang tingkat ketebalan garisnya paling minim dan halus. Ini supaya nantinya garis bantu yang kita buat itu bisa dihapus.

5. Mulailah menggambar di kertas gambar sodara (jangan menggunakan kertas gambar orang lain, apalagi makenya ndak bilang-bilang. Itu dosa. Kalo dosa nanti sodara bisa masuk neraka) dengan mencontoh gambar yang sudah di-print menggunakan pensil warna (sebenernya pake pensil biasa pun boleh. Suka-suka sampeyan aja). Terapkanlah prinsip skala yang sodara pelajari waktu esde di sini. Sedikit berhatil-hatilah. Usahakan supaya garis-garisnya bisa sepresisi mungkin.

6. Jika gambar sampeyan sudah final, jika sodara sudah merasa cukup, hapus garis bantu yang tadi dibuat dengan pelan-pelan. Hati-hati, cuma itu yang bisa ta’sarankan supaya gambar sodara nggak jadi rusak.

7. Gambar sampeyan jadi. Tanda-tangani di pojok kanan bawah dengan tanda-tangan sampeyan untuk menandakan bahwa gambar itu asli dibuat sama tangan sampeyan. Jangan sampai Roy Suryo memiliki kesempatan untuk berbicara di depan wartawan bahwa gambar yang sodara bikin itu sebenernya palsu, bukan bikinan sodara sendiri!

8. Bawa gambar tersebut ke tukang pigura. Mintalah supaya dibingkai yang bagus. Bayar uang mukanya dan minta nota tanda terima, kemudian pulanglah ke asal sampeyan. Sebelumnya, kalo nggak kepengen gambar sampeyan suatu saat pudar, untuk meminimalisir resiko itu, silakan timpa gambar hasil bikinan sampeyan itu dengan cat (semacam) Pylox yang warnanya clear.

9. Tunggu beberapa hari. Setelah hari yang dijanjikan sama tukang piguranya datang, kembalilah ke tempat sang tukang pigura itu. Ambil gambar sodara dan jangan lupa melunasi sisa pembayarannya. Setelahnya silakan pulang ke rumah, tetapi sebelumnya mampirlah ke toko untuk membeli kertas kado.

10. Bungkus gambar hasil karya sampeyan tersebut dengan kertas kado, dan kemudian serahkan kepada si empunya wajah. Sebaiknya serahkan langsung dan tanpa perantara. Kalo bisa serahkan setelah sampeyan mengajak sang empunya wajah untuk makan malam yang romantis. Setelahnya sampeyan bisa memutuskan apakah akan menyatakan cinta sampeyan langsung di situ ataukah di depan rumahnya setelah sampeyan mengantarkan sang pemilik wajah itu pulang. Perhatian! Utarakanlah secara langsung. Jangan lewat telepon apalagi SMS!

11. Sekian dan terima kasih.

Tutorial berbonus tips di atas tadi ta’bikin dengan studi kasus menggambar sketsa wajah orang yang sedang sampeyan taksir. Jika sampeyan memutuskan untuk menggambar sketsa wajah bapak, ibu, simbah, atau simbah buyut sampeyan, silakan saja langkah-langkah selanjutnya disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang terjadi. Sekian saja tutorial untuk kesempatan kali ini. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

MENGHIAS SANDAL JEPIT




nama:alex koswara
kelas:XI IPS 1

sketsa wajah (Sovi.Putriana XI IPS 3 )

Sketsa Cara Menggambar Wajah

Untuk memulai gambar manusia, biasanya kita dimulai dari gambar kepala terlebih dahulu. Tidak sulit kok untuk menggambar kepala asal bisa mengikuti cara-caranya. Ayo ikuti langkah-langkahnya dibawah ini :


Pertama-tama untuk menggambar wajah pada tampak depan gambarlah dulu lingkaran. linkaran ini merupakan bentuk penyederhanaan dari sebuah kepala yang berfungsi membantu imajinasi kita dan dengan 2 garis horizontal dan 1 garis vertikal. Garis ini digunakan untuk mempermudah menentukan batas-batas gambar mata,dahi, rambut, hidung dan mulut.


Setelah itu tarik garis dari kedua samping lingkaran hingga berpotongan membentuk segitiga. Garis tersebut digunakan untuk mempermudah menggambar muka bawah/rahang dengan proposional.





Berdasarkan garis yang menunjukan arah yang sedang dihadapi oleh kepala tersebut, kita bisa menentukan bentuk rahang dan letak dagu dan juga perlu diperhatikan jarak antara garis horizontal bawah dan bagian bawah lingkaran lebih kecil dibandingkan jarak dari bawah lingaran ke titik perpotongan 2 garis.







Untuk melengkapi sketsa kepala, gambarlah mata, hidung, dan mulut berdasarkan garis batas yang telah ditentukan. Dan untuk finishing lakukan penghapusan pada garis bantu gambar rahang dan garis bantu dahi-rambut.








Lalu Jadilah gambar seperti disamping ini.




cara membuat wajah dengan cepat ( Fitri.Fermatasari XI IPS 3 )

Suatu hari, tidak di kala kita duduk di tepi pantai, apalagi memandang ombak di lautan yang kian menepi, burung camar pun tidak terbang bermain di derunya air, si Gentho dolan ke rumahku, dan kemudian mendapati gambar sketsa muka orang bikinanku. Demi melihat gambar tersebut, Gentho langsung membongkar laptopnya untuk kemudian memandatkan tugas ke aku buat nggambarin sketsa wajah ceweknya. Konon katanya gambar itu nantinya bakal dihadiahin ke ceweknya pas ultah.

Begitulah. Gara-gara ketauan menyembunyikan skill menggambar tangan, aku akhirnya ketiban order seperti itu. Memang, sih, sebelum-sebelumnya nggak 1 pun makhluk di kampusku yang nyadar kalo aku ini bisa nggambar. Taunya mereka, aku ini cuma rajin nongkrong di kantin sambil nggodain mbak-mbak cantik yang bersliweran. Apa boleh buat… Aku memang bukan orang ganteng yang hobi nyombong, sih…

Tapi sejujur-jujurnya, aku ini nggak bisa dibilang jago untuk urusan gambar-menggambar. Yang jago itu si Christian, atau malah si Marthana, temen sebangkuku waktu esema yang sekarang ngelanjutin S-2 Seni Rupa-nya di MIT sana (Mbandung Institute of Technology, maksudnya). Okelah, aku memang bisa nggambar dikit-dikit. Saking dikitnya, korban coretanku cumalah dinding-dinding tak berdosa di toilet kampusku yang kugambarin jantung hati, terus di bagian atas sama bawahnya ta’tulisin “Desti” dan “Joe”.

Dalam perkara gambar-menggambar, aku ini lemah kalo disuruh nentuin letak gelap-terangnya suatu obyek sama kalo disuruh menyusun gradasi warna. Tentunya hal ini bakal sangat menghalangi aku kalo saja aku kepengen jadi pelukis wajah jalanan di Malioboro sana. Bisa dipastikan konsumenku pasti bakal ngamuk-ngamuk dan memaksaku buat gulung tikar sebelum balik modal.

Tapi jangan salah! Walopun aku ini lemah betul dalam urusan yang ta’sebutin di atas tadi, aku ini jago mengakali keadaan. Masalah akal-akalan dan adu licik-licikan, aku ini masuk jajaran avant-garde di Ilmu Komputer UGM. Bahkan saking handalnya, si Lutfi - yang diamini sama mayoritas mahasiswa aktif di situ - menamaiku sebagai Sengkuni, meskipun aku sudah mati-matian mengklarifikasi kalo aku ini lebih cocok disetarakan dengan Bisma Dewabrata.

Tentu saja pada implementasinya di urusan gambar-menggambar wajah, ilmu akal-akalanku ini bisa diterapkan juga. Jadi kalo sampeyan-sampeyan yang nggak terlalu jago nggambar kepengen bisa nggambar sketsa wajah, sini, sampeyan ta’bimbing ke jalan yang benar. Baca dan ikuti tutorial nan ndak valid ala aku ini:

1. Pertama-tama siapkanlah segala keperluan sodara kalo kepengen bisa mengikuti jejakku. Sediakan 2 jenis pensil: pensil biasa dan pensil warna. Warna pensil warnanya bebas. Sesuaikan dengan selera sodara sahaja. Terus, sediakan juga kertas gambarnya. Di sini ta’sarankan kertas gambar yang permukaannya halus, sehalus pualam, yang diikuti juga oleh penyediaan penggaris. Terakhir, pastikan sampeyan punya komputer yang ada sopwer Adobe Photoshop di dalamnya. Oh ya, jangan lupa, kita juga butuh printer beserta tintanya.

2. Setelah sampeyan memastikan wajah siapa yang mau digambar dan punya file digitalnya dalam format *.jpeg, modifikasilah gambar wajah tersebut supaya gambar tersebut menjadi gambar dengan efek sketsa wajah. Jangan khawatir! Daku sudah pernah membuat tutorialnya. Silakan dicermati sahaja, dan di bawah ini adalah contoh antara gambar yang belum dipermak dan setelah dipermak:

Yup! sekarang kita sudah bisa menentukan gelap terang dan letak bayangan pada obyek gambarnya. Hore!

3. Print gambar yang sudah dipermak tersebut. Dan jika sampeyan waktu esde dulu pernah belajar menggambar peta pulau-pulau di Endonesa, sekarang saatnya menerapkan kembali hal itu. Bikin kotak-kotak pada gambar yang sudah di-print. Ini bertujuan untuk menjiplak gambar yang di-print itu ke kertas gambar.

Semakin banyak kotak yang sampeyan buat, maka nantinya gambar yang akan sampeyan buat juga akan semakin presisi garis-garisnya.

4. Buat kotak juga di kertas gambar sodara - sebagai garis bantu - dengan ukuran masing-masing luasnya lebih besar dari kotak di hasil print-print-an sodara sebelumnya. Buat kotaknya kalo bisa pake pensil biasa yang tingkat ketebalan garisnya paling minim dan halus. Ini supaya nantinya garis bantu yang kita buat itu bisa dihapus.

5. Mulailah menggambar di kertas gambar sodara (jangan menggunakan kertas gambar orang lain, apalagi makenya ndak bilang-bilang. Itu dosa. Kalo dosa nanti sodara bisa masuk neraka) dengan mencontoh gambar yang sudah di-print menggunakan pensil warna (sebenernya pake pensil biasa pun boleh. Suka-suka sampeyan aja). Terapkanlah prinsip skala yang sodara pelajari waktu esde di sini. Sedikit berhatil-hatilah. Usahakan supaya garis-garisnya bisa sepresisi mungkin.

6. Jika gambar sampeyan sudah final, jika sodara sudah merasa cukup, hapus garis bantu yang tadi dibuat dengan pelan-pelan. Hati-hati, cuma itu yang bisa ta’sarankan supaya gambar sodara nggak jadi rusak.

7. Gambar sampeyan jadi. Tanda-tangani di pojok kanan bawah dengan tanda-tangan sampeyan untuk menandakan bahwa gambar itu asli dibuat sama tangan sampeyan. Jangan sampai Roy Suryo memiliki kesempatan untuk berbicara di depan wartawan bahwa gambar yang sodara bikin itu sebenernya palsu, bukan bikinan sodara sendiri!

8. Bawa gambar tersebut ke tukang pigura. Mintalah supaya dibingkai yang bagus. Bayar uang mukanya dan minta nota tanda terima, kemudian pulanglah ke asal sampeyan. Sebelumnya, kalo nggak kepengen gambar sampeyan suatu saat pudar, untuk meminimalisir resiko itu, silakan timpa gambar hasil bikinan sampeyan itu dengan cat (semacam) Pylox yang warnanya clear.

9. Tunggu beberapa hari. Setelah hari yang dijanjikan sama tukang piguranya datang, kembalilah ke tempat sang tukang pigura itu. Ambil gambar sodara dan jangan lupa melunasi sisa pembayarannya. Setelahnya silakan pulang ke rumah, tetapi sebelumnya mampirlah ke toko untuk membeli kertas kado.

10. Bungkus gambar hasil karya sampeyan tersebut dengan kertas kado, dan kemudian serahkan kepada si empunya wajah. Sebaiknya serahkan langsung dan tanpa perantara. Kalo bisa serahkan setelah sampeyan mengajak sang empunya wajah untuk makan malam yang romantis. Setelahnya sampeyan bisa memutuskan apakah akan menyatakan cinta sampeyan langsung di situ ataukah di depan rumahnya setelah sampeyan mengantarkan sang pemilik wajah itu pulang. Perhatian! Utarakanlah secara langsung. Jangan lewat telepon apalagi SMS!

11. Sekian dan terima kasih.

Tutorial berbonus tips di atas tadi ta’bikin dengan studi kasus menggambar sketsa wajah orang yang sedang sampeyan taksir. Jika sampeyan memutuskan untuk menggambar sketsa wajah bapak, ibu, simbah, atau simbah buyut sampeyan, silakan saja langkah-langkah selanjutnya disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang terjadi. Sekian saja tutorial untuk kesempatan kali ini. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Cara membuat wajah (Putri.Dwi.Lestari XI IPS 3 )

Bagaimana cara menggambar karakter manga?
Buat kamu yang menggambar manga secara otodidak artikel dibawah ini mungkin bisa kamu jadikan referensi untuk membuat kualitas manga kamu menjadi lebih baik.

Langkah Pertama

Untuk memulainya tentu saja kita siapkan material / peralatan menggambarnya,
Untuk berlatih kita cukup menggunakan kertas gambar yang murah saja tentu saja untuk memperkecil pengeluaran kita, saya pikir penting untuk menunjukkan bahwa menggambar manga merupakan hobi yang murah.
Untuk pensil alat dasar menggambar kita bisa menggunakan pensil normal untuk menulis, pensil menggambar, dan pensil mekanis, semuanya baik untuk menggambar.
Beberapa jenis pensil yang bisa kita gunakan seperti berikut,
Jenis pensil dari terang ke gelap ----->

8H 7H 6H 5H 4H 3h 2H H HB B 2B 3B 4B 5B 6B 7b 8B
Dan tentu saja kita siapkan penghapus.
Apabila semua peralatan sudah kita siapkan mari kita mulai,

Kita mulai belajar Menggambar Kepala,
Beberapa trik untuk menggambar kepala anime:
Menarik garis panduan untuk membantu menunjukkan tempat untuk mencari mata. Mata harus di tengah kepala.
Bagian atas telinga harus sesuai dengan bagian atas mata. Sekali lagi, letak mata dan telinga harus benar-benar kita perkirakan dan besar kepala harus sesuai.
Menggambar Mata

Menggambar mata,untuk menggambarnya merupakan tantangan. Penting untuk menggambar mata dengan baik, karena besarnya dan mata yang indah yang paling membedakan bahwa ini gambar manga.
Langkah awal menggambar mata di mulai dari menggambar garis batas mata bagian atas, gambarkan bentuk alis dengan sedikit lengkungan.
Kemudian gambarlah garis batas mata bagian bawah, dengan panjang garis lebih pendek dari garis mata bagian atas dan garis relatif lurus.
Gambarlah bulatan mata yang proposinal sesuai dengan bentuk mata. Untuk mata yang besar, bulatannya cenderung memanjang searah vertikal.
Gambarlah bulatan kecil di dalam bulatan mata untuk memberikan efek pantulan cahaya yang diterima oleh mata. Sehingga mata lebih terlihat hidup.
Lengkapi gambar dengan menambahkan bulu mata kemudian goreskan garis halus untuk kelopak mata dan berikan warna hitam pada bulatan mata. Tambahkan juga alis mata sesuai dengan bentuk matanya .

Semakin besar mata semakin detail pula yang harus mereka miliki.
Mata menunjukkan emosi. Emosi yang bisa senang, sedih, takut, jahat, gila, cinta, lelah, atau apapun.
Karakter yang senang atau bersalah memiliki banyak cahaya di mata mereka. Jahat dan marah memiliki karakter mata yang gelap.

Berikutnya Menggambar Rambut,
Sebelum menggambar rambut, perlu diperhatikan terlebih dahulu jenis rambut yang akan digambar. Misalnya jenis rambut lurus, keriting, bergelombang atau rambut acak.



Menggambar rambut Pria relatif lebih mudah dibandingkan menggambar rambut Wanita, hal ini disebabkan karena rambut pria tidak terlalu panjang, tapi biasanya di gambar manga pria ada juga yang rambutnya panjang.
Rambut wanita biasanya unik- unik dan lebih menantang untuk digambar. Untuk memperindah penampilan biasanya ditambahkan kepang atau poni pada rambut yang bentuknya bermacam-macam. Inilah yang meniadi wanita lebih menarik untuk digambar karena rambutnya yang indah.
Disini digambarkan pula saat rambut terkena angin, pada posisi ini yang perlu diperhatikan arah rambut yang terkena angin harus searah pergerakan angin, hal ini dilakukan agar karakter rambut lebih alami untuk dilihat.


Angin yang datang dari arah depan menyebabkan rambut bergerak ke belakang, sehingga seluruh tampak depan wajah terlihat dengan sempurna.

Angin yang datang dari arah samping kiri akan membuat rambut bergerak ke samping kanan, sehingga sebagian rambut menutupi wajah.


Ekspresi Muka
Ekspresi sedih ditunjukan dengan pandangan mata yang kosong dan lemah .

Ditambah dengan mata berkaca-kaca seperti mau menangis.
Gambar mulut melengkung ke bawah.
Ekspresi marah ditunjukkan dengan mendekatkan kedua alis Sorotan pandangan yang tajam dan dingin pada lawan bicaranya. Ditambah pula dengan kerutan di dahi yang menampakkan kemarahannya. Berteriak merupakan salah satu bentuk marah yang paling gampang dipahami oleh orang.
Gambar ekspresi gembira ditunjukkan dengan menaikkan kedua alis.

Gambar mata yang besar dan berbinar-binar .
Gambar mulut seperti segitiga terbalik atau melengkung ke atas
Gambar di samping ini menunjukkan ekspresi terkejut , hal itu dapat diketahui dari bentuk bulatan mata yang mengecil dan digambarkan tidak ada efek cahaya dari bulatan mata.
Gambar di samping ini menunjukkan ekspresi wajah yang tenang, ramah atau bahagia. Hal ini dapat diketahui dari bentuk mulut yang digambarkan melengkung ke bawah dan pandangan mata yang digambarkan normal.

Menggambar Tangan
Untuk mempermudah kita dalam menggambar, bentuk tangan digambar dengan bentuk lingkaran dan bentuk oval sebagai dasarnya. Bentuk tangan yang digambar akan berubah, tergantung posisi dari mana kita melihat. Oleh karena itu akan lebih mudah untuk menggambarkan jari tangan menyerupai silinder pendek, dan gambarkan juga bentuk oval untuk lekukan-lekukan jari.

1. Bentuk dasar dari tangan.
Untuk menggambar tangan, bayangkan tangan kita sedang dibungkus, misalnya tangan kita dibungkus sarung tangan yang ketat. Kemudian gambar bentuk dasar yang dibentuk oleh tangan dan jari. Lanjutkan dengan menggambar garis–garis halus yang digunakan untuk menandakan posisi jari tangan.

2. Bentuk jari tangan
Perhatikan bentuk jari antara yang satu dengan yang lainnya, dan gambarlah jari dengan ukuran yang sesuai sehingga ukuran jari satu dengan yang lainnya terlihat lebih alami. Point ini merupakan yang paling penting untuk meneruskan ke langkah selanjutnya.

3. Memperjelas bentuk gambar
Gambarlah lipatan dari jari tangan, sehingga gambar jari satu dengan yang lainnya terlihat dengan sempurna. Kemudian hapus garis-garis bantu dan perjelas garis yang melukiskan ibu jari dan telapak tangan.

4. Berikan efek bayangan
Untuk memberikan kesan lebih nyata, berikan arsiran halus pada gambar. Dengan demikian bentuk dari lekukan jari dan telapak tangan akan terlihat lebih nyata.
Pada contoh kali ini digambarkan bentuk tangan yang terlihat hanya sebagian saja.
Untuk memudahkan kita, gambarlah jari telunjuk terlebih dahulu kemudian gambar jari yang lainnya mengikuti atau sejajar dengan jari telunjuk. Gambarlah sesuai dengan proposi nya dengan memberikan garis bantu.

Tips:

Cobalah menggambar dengan melihat tangan sendiri, amati tangan kita dengan menutup salah satu mata, hal ini bertujuan untuk memberikan fokus pada sudut pandang yang akan digambar.
Proporsi Tubuh
Sebuah metode sederhana namun efektif untuk menentukan benar proporsi tubuh dicapai dengan menempatkan sebuah segitiga terbalik dimana bagian segitiga menandakan bahu ke bawah selangkangan.
Atau kita bisa belajar dari beberapa sketsa proporsi tubuh dibawah ini,