Cari di Blog Ini

Monday, October 26, 2009

PERSPEKTIF IPA3

PENGERTIAN PERSPEKTIF

Konstruksi perspektif adalah sebuah dasar pendidikan seni dan besar artinya untuk lingkup penggunaan yang sangat luas seperti arsitek, orang-orang teknik mesin, dan para desainer. Menurut Leonardo da Vinci, perspektif adalah sesuatu yang alami yang menampilkan yang datar menjadi relief dan yang relief menjadi datar. Perspektif adalah suatu sistem matematikal untuk memproyeksikan bidang tiga dimensional ke dalam bidang dua dimensional, seperti kertas atau kanvas. Kata “Perspektif” berasal dari kata bahasa Itali “Prospettiva” yang berarti “gambar pandangan”.

Konstruksi perspektif memungkinkan kita untuk menggambarkan sebuah benda atau ruang secara nyata di atas sebuah bidang datar (bidang gambar), atau untuk memperjelas sebuah rencana yang telah digambarkan secara proyeksi geometri (tampak atas, depan dan samping).

SEJARAH PERSPEKTIF

Sejak para seniman mencoba untuk mengekspresikan bentuk tiga-dimensional ke dalam bidang dua-dimensional, dengan sadar ataupun tidak sadar mereka telah terlibat dengan semacam ‘perspektif’. Aliran realis pertama-tama diperkenalkan ke dalam gambar atau lukisan dengan penggunaan bayangan pada zaman Pericles. Pemendekan garis perspektif dan pemancaran sinar, sebagian telah diketahui sekitar abad 4 SM dan fragmen-fragmen karya ini tidak turut musnah dengan kehancuran Pompeii (tahun 79 M).

Perkembangan perspektif sebagai ilmu pengetahuan dimulai pada zaman Renaissance. Paolo Uccello (1397-1475) telah menghabiskan begitu banyak waktu untuk mempelajarinya. Pekerjaannya kemudiaan diikuti oleh yang lain. Dipelopori oleh Fillipo Brunelleschi (1379-1446) seorang ahli bangunan, dilanjutkan lebih jauh oleh Leona Battista Alberti (1404-1472) seorang arsitek.

Piero degli Franceschi (1420-1492) seorang pelukis dan ahli matematika, telah menulis buku pelajaran pertama mengenai perspektif. Barozzio da Vignolia (1507-1573) dan Andrea Mantegna (1431-1516) menggunakan teknik perspektif dalam figur lukisan. Penggunaan konstruksi perspektif ini menyebar cepat dengan adanya penemuan mesin cetak dan pekerjaan pemahat-pemahat seperti Albrecht Durer (1472-1528).

“Perspective”, oleh Albrecht Durer

Cetakan tua dari abad 16 ini memperlihatkan suatu metode sederhana

untuk memindahkan sebuah objek perspektif ke dalam bidang gambar


Sebelum tahun 1500, konstruksi perspektif telah dicoba dan diuji kemungkinan-kemungkinannya. Leonardo da Vinci memasukkan diagram-diagram dan keterangan-keterangan mengenai perspektif dalam buku-buku catatannya. Pada tahun 1499 ia membuat diagram-diagram untuk buku karangan temannya, ahli matematika Fra Luca Pacioli yang berjudul “De Devina Proportione”.

Lukisan-lukisan perspektif dan buku-buku mengenai teori perspektif bermunculan pada jaman Barok. Pada tahun 1715 muncul sebuah teori perspektif dari Taylor, yang kemudian dikembangakan sampai sekarang. Pada jaman Barok, Eropa untuk pertama kalinya mengenal lebih dekat lukisan-lukisan Tiongkok. Lukisan-lukisan ini masih ada kekurangannya, yaitu keaslian menurut alamiahnya dan aturan perspektif atau kebenaran perspektifnya.

“Whithering Trees and Bamboo”, Cina abad 17, oleh Yun Shou-p’ing.

Efek penggambaran perspektif dari udara dengan pemberian tekanan pada objek terdekat

dan efek kabut pada perbukitan yang jauh.

Gambar-gambar dari Tiongkok ini dapat disejajarkan dengan gambar pada jaman Rokoko di Eropa, yaitu gambar perspektif dengan banyak titik hilang. Manusia abad ke-19 berpendapat sistem ini terlalu dibuat-buat, terlalu berbelit-belit dan juga tidak cukup tepat. Maka mereka mengembangkan fotografi.

Sejak jaman Renaissans, para seniman telah memperbaharui teknik-teknik perspektif. Thomas Eakins (1844-1916) membuat sebuah gambar lanskap dengan bayangan yang sangat akurat. Beberapa kritikus berpendapat bahwa gambar dengan teknik perspektif ‘dihancurkan’ oleh para seniman modern, seperti Pablo Picasso di awal abad ke-20. Namun beberapa seniman modern tidak benar-benar meninggalkan teknik perspektif; mereka meminjam tekniknya, mengelaborasikannya dengan karya mereka dan memperbaiki teknik-tekniknya, yang menjadikan gambar perspektif sebagai sebuah karya seni sekaligus ilmu pasti.

PRINSIP DASAR PERSPEKTIF

Peraturan-peraturan perspektif yang berbeda-beda (bermacam-macam), pada dasarnya semua mengikuti keadaan alam. Dan hal ini dapat dengan baik diperhatikan pada alam sekitar kita. Mata manusia sudah terbiasa untuk melihat benda-benda sekeliling dalam bentuk perspektif. Maka orang akan lebih cepat menangkap maksud sebuah gambar perspektif daripada proyeksi ortogonal.

Seperti diketahui, mata manusia hanya mampu melihat keadaan sekeliling dengan sudut pandang tertentu yang relatif dan terbatas. Kemampuan manusia memandang ini tidak dapat dipaksakan untuk melihat (memandang) obyek sekeliling dengan sudut pandang yang lebih besar.

Dalam penggambaran perspektif terkonstruksi, diumpamakan bahwa pengamatan obyek berasal dari satu titik pandang. Yaitu titik tempat pengamat berdiri memandang obyek. Sudut dipersempit secara relatif, dan dengan cara ini garis-garis lurus akan tetap lurus dan menghasilkan gambar perspektif yang tidak terdistorsi.

TERBENTUKNYA GAMBAR PERSPEKTIF

Hampir semua orang yang bekerja menggunakan gambar perspektif, sebelumnya pernah menggunakan peralatan fotografi. Alat fotografi yang kita kenal sekarang, adalah suatu perkembangan lanjut dari kamera Obscura.

Yohan Baptist Porta (1560) pernah menulis tentang alat ini. Prinsipnya mungkin sudah dipergunakan sejak zaman babilon. Sinar masuk melalui lubang kecil pada sisi depan kotak yang tertutup. Berkas sinar ini akan membentuk sebuah gambar samar-samar terbalik pada dinding belakang yang datar. Dalam pesawat foto, lubang ini dibesarkan untuk mempertajam gambar dilengkapi dengan lensa.

Benda yang disinari akan memantulkan sinar ke semua penjuru. Tanpa adanya cahaya yang menyinari objek, tidak akan mungkin objek itu terlihat oleh mata manusia atau tertangkap oleh kamera. Sinar-sinar pantulan yang mengenai mata dinamakan sinar-sinar pandang. Sinar-sinar ini memproyeksikan sebuah gambar benda pada selaput jala.

Hal ini juga terjadi dalam dunia fotografi. Hanya bedanya, sinar-sinar pandang ini diproyeksikan ke atas bidang yang sensitif terhadap cahaya, yaitu lembaran film. Karena sinar-sinar proyeksi ini melalui suatu titik pusat, maka gambar yang dihasilkan dinamakan gambar proyeksi pusat. Semua gambar yang dihasilkan oleh kamera foto dinamakan juga gambar proyeksi pusat atau gambar perspektif.

ISTILAH DALAM KONSTRUKSI PERSPEKTIF

a. Objek

Objek yang berbentuk garis lurus, siku dan teratur, sangat mudah digambar. Sisi objek yang semakin hidup atau berbentuk tidak teratur, semakin sulit untuk digambar. Kesulitannya pada ketidakaturan objek tersebut. Untuk penggambarannya dibutuhkan ketepatan dalam gambar tampak atas, muka dan samping.

Sering dijumpai gambar perspektif dengan satu sisi vertikal atau satu rusuk vertikal objek menempel pada bidang gambar; dengan demikian didapatkan garis vertikal pada gambar perspektif, yang menjadi pedoman langsung bagi ukuran sebenarnya.

b. Titik pandang

Titik pandang merupakan tempat pengamat berada. Dari titik tersebut pengamat memandang objek dengan sudut pandang tertentu. Semakin jauh pengamat berada dari objek, semakin luas pula areal yang mampu dipandang pengamat. Biasanya areal pandangan dalam fokus yang tajam pada manusia adalah relatif kecil.

Contoh kasus: Kebanyakan orang hanya mampu untuk membaca beberapa kata sekaligus dari sebuah tulisan. Untuk menghilangkan atau mengurangi keterbatasan itu, tulisan dimundurkan dari mata pengamat.

Konsentrasi pada detail yang tajam dengan areal pandang yang lebar, mungkin menyebabkan distorsi pada sekitar gambar itu. Distorsi ini sering terjadi karena mata pengamat lebih banyak memperlihatkan bagian gambar daripada yang mungkin dilihat dalam sekilas. Ini dapat dihilangkan atau paling tidak dikurangi dengan gambar yang lebih terbatas atau dengan alternatif lain: memindahkan pengamat lebih jauh dari objek.

c. Bidang gambar

Bidang Gambar adalah bidang khayal yang tembus pandang untuk melihat ke daerah yang akan digambar. Bidang gambar dapat divisualisasikan sebagai kaca raksasa yang berdiri tegak antara pengamat dan daerah yang akan digambar. Ketika proses menggambar dimulai, permukaan kertas gambar akan merepresentasikan bidang gambar ini. Kita tidak bisa membuat gambar perspektif yang baik tanpa pertama-tama memvisualisasikan bidang gambar dan hubungannya dengan pokok-pokok yang akan digambar di atas bidang kertas. Bidang gambar dapat diletakkan di sembarang tempat pada objek (di depan, di belakang atau memotong objek), tegak lurus terhadap sumbu pandang.

Cetakan tua dari buku “The Practice of Perspective” (1749)

Koleksi dari Arthur P. Williams

Gambar perspektif terbentuk oleh sinar-sinar pandang dari sudut objek ke titik pandang yang memotong bidang gambar. Jika bidang gambar ditempatkan di depan objek, sinar-sinar pandang ke pengamat memperkecil ukuran imajinasi dan jika ditempatkan di belakang objek, sinar-sinar ini akan memperbesar ukuran imajinasi gambar perspektif.

d. Kerucut pandang dan sumbu pandang

Untuk menghindari distorsi gambar, jarak antara pengamat dan objek diatur oleh sudut pandang, yaitu sudut pada titik pandang yang dibentuk oleh sinar-sinar dari pinggir objek. Jika sudut pandang ini terlalu besar, kedalaman gambar perspektif seperti dilebih-lebihkan (menimbulkan gambar yang tidak normal/distorsi). Dan apabila sudut pandang terlalu kecil, gambar perspektif itu akan kelihatan didatarkan.

Sebagai pedoman; dengan posisi kepala diam, mata manusia dapat melihat keadaan sekitarnya dengan sudut pandang mencapai 180o. Namun yang teridentifikasi hanya objek-objek yang berada pada sudut pandang antara 60o - 90o, objek-objek di luar sudut pandang tersebut akan sulit untuk diidentifikasi, objek-objek menjadi buram dan tidak jelas bentuknya. Bila mata manusia lebih difokuskan lagi, maka yang terlihat hanya objek-objek yang berada pada sudut padang antara 30o - 60o.

Berdasarkan pembahasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa sudut pandang 90o merupakan sumbu pandang pada gambar perspektif, dan sudut pandang antara 30o-60o merupakan kerucut pandangnya.

e. Garis cakrawala atau garis horison

Yang dimaksud bidang cakrawala dalam gambar perspektif adalah bidang khayalan, kedudukannya selalu setinggi mata pengamat dan sejajar dengan bidang dasar. Berupa garis mendatar, dengan ketinggian mata pengamat dan memisahkan gambar yang di atas dan di bawah mata. Tinggi cakrawala bervariasi menurut tinggi mata si pengamat. Sikap pengamat (duduk/berdiri) menentukan tinggi cakrawala.

Semua bidang objek horisontal setinggi mata pengamat akan bertumpuk dengan garis cakrawala.

f. Titik hilang

Titik hilang adalah titik dalam gambar perspektif di mana garis-garis yang sesungguhnya dalam keadaan sejajar akan menghilang menuju titik ini. Objek-objek yang pada kenyataannya sama besar, bila posisinya menjauhi pengamat akan tergambarkan lebih kecil daripada objek yang lebih dekat dengan pengamat. Letak titik hilang segaris lurus dengan garis cakrawala (untuk perspektif satu titik hilang dan dua titik hilang)

g. Titik ukur dan titik diagonal

Titik ukur dalam konstruksi perspektif berfungsi untuk mengukuhkan kedalaman suatu objek dengan akurat. Dengan adanya titik ukur, maka penggambaran perspektif akan lebih akurat.

Titik diagonal berfungsi untuk menarik garis yang dalam keadaan normal memiliki sudut 45o, ke dalam gambar perspektif. Biasanya digunakan pada perspektif yang menggunakan bujur sangkar (segi empat sama sisi) sebagai tolok ukurnya.

Titik ukur dan titik diagonal pada perspektif satu dan dua titik terletak pada garis cakrawala dan hanya dapat digunakan untuk mengukur bidang-bidang horisontal pada gambar perspektif. Pada perspektif satu titik hilang, titik ukur dan titik diagonal terletak pada satu titik yang sama, yang jaraknya tergantung pada jarak pengamat terhadap objek paling jauh. Pada perspektif dua titik hilang titik diagonal terletak tepat di tengah diantara dua titik hilang.

Konstruksi perspektif terukur dapat pula digambarkan dengan tanpa pertolongan titik ukur, yaitu dengan memproyeksikan sudut-sudut obyek pada bidang gambar. Tapi ini kurang praktis, karena dibutuhkan gambar pandangan atas dan samping yang lengkap dan berskala tepat.

NAMA : SEPTIAN M

KELAS : XI IPA3

mengukir sandal

gjhkoiugjnj35kerhsuioy5tygikiujhnlijmp;klj;mp'ol;

PERSPEKTIF XI IPA 3

Nama : Nur Nur'aisah
Kelas : XI IPA 3


Perspektif merupakan suatu kumpulan asumsi maupun keyakinan tentang sesuatu hal, dengan perspektif orang akan memandang sesuatu hal berdasarkan cara-cara tertentu, dan cara-cara tersebut berhubungan dengan asumsi dasar yang menjadi dasarinya, unsur-unsur pembentuknya dan ruang lingkup apa yang dipandangnya.

Secara umum garis perspektif bisa diartikan .Penggambaran ruang 3 dimensi dam bidang gambar 2 dimensi dimana garis dalam gambar menjelaskan keberadaan jauh dekat , besar kecil sebuah benda sebagai object dalam sebuah penggambaran.



ni objek sebenar..dan ni plak drawing aku..huduh! haha
yang ni pic objek sebenar da ilang..cume ade drwing aku je.. agak berbangge ngn drwing ni mse 2 sbb x sngke leh lukis pakcik KFC 2..menjadi lak 2..huhu
ni kasut yg aku design sendiri..beli kasut skolah kaler putih n wt design.. ni final projek ktorng tuk sem 1.hehe
==========================================
masuk je sem dua naek letih jari jemari aku wt drawing hmpir tiap2 ari. pakmat kalu bgi asgment bukn nk bgi ckit2..die bagi sekali 5 asgment.parak tol! da la tiap drwing aku ade je bnde die nk coment..haish!
randering objek bulat dengan pensilrandering objek bulat dengan kalerrandering dengn mix medie.. aku cmpur kaler biru ngn pink.jadi la purple..hehe
komen pakmat: smbil mencebikkn mulut dia berkata2 ''hang buat bleh la than..tapi hang tak ckup teliti..kalu bleh hang buat bnyk lagi.3 ja mana cukup.." komen aku: ish,pakmat ni ade plak sruh aku wt lebih2.aku wt 3 ni pn da ckup letih2 pas 2 die leh ckap bleh tahn je!
wakakaka..aku nk gelak dulu..
pakmat suruh aku lukis kertas yg da digumpal n dibuka semula. ni la yg aku lukis.aku memng x pndai lukis kertas.haha
komen pakmat:''apa yang hang duk lukeh ni..da macam katak puru da aku tengok..buat laen!'' komen aku: eleh,tahan la aku pnye mcam katak puru dripada dak2 laen mcam roti canai hancur n kain buruk(istilah ni pn pakmat yg bagi)..mlas aku nk wt laen.dpat D- kire ok la drpda xde lnsung..haha
ni gambar tin kemek. seharian btol aku duk lukis tin ni.die bukn nk 1.tapi 3 . aku cume tnjuk 1 je la kt cni..
komen pakmat: ''boleh tahn jugak na keje hang,baguih! nah aku bagi C+." aku jawab: ''ai pakmat..kate bagus..abis 2 takkan dpat C+ je kot.." pakmat balas: "aku cuma kata keje hang baguih bukan perfect.hang nak aku bagi hang D ka?'' aku jawab: 'erk! ok2 pakmat C pn C je la..saya sedar diri saya.." pakmat bals lagi: "hang tau tak pa" aku: em..redha je la..
pakmat suruh lukis kain bercorak kotak2 dalam keadaan tergantung..aku pn lukis la cmni..
komen pakmat:" da macam sangkak burung da aku tengok kain hang ni" aku balas:''ape plak sngkar burung pakmat..kate nk kain tergantung..sya sangkut la ngn hanger.." pakmat jawab: ''hangpa suma ni pemikiran kolot ja..cube la berpikiran luas sikit..haish..! aku bleh bagi B- ja." aku: aku penat2 lukis die leh ckap mcam sngkar burung..? da la aku pnjam tuala kak zura nk wt drawing ni sbb tuala die je de corak kotak2..dpat B- je??adoi!!
pakmat suruh lukis 6 benda berkilat. ni lukisan pertama:sudip
komen pakmat:" hasil keja hang yang ni baguih! ade tone,ade hi-lite,ade contras,ade rupe..camni la aku suka.." smbil tersengih2 depan aku aku: "trima kasih pakmat..kalu pakmat suke kaci la markah lebih2 sikit..hehe" pakmat:'' ok memng aku suka.aku kaci A -"
aku: alhamdulillah..first time dpat A..huhulukisan kedua:pisau
komen pakmat:"yang ni pon aku suka.A-"
aku:trima kasih2..(smbil hati berbunga riang)"huhulukisan ketiga:periuk
masuk je lukisan aku yg ni..die da mule da..
komen pakmat: "ni apa ni?" aku: "erk! ni periuk pakmat" pakmat:" periuk apa cmni..cuba hang tengok betoi2..periuk hang mcam senget ja..periuk umah aku tak de la plak senget. tak tau la plak aku kalu ada periuk style baru sekarang." aku: "adoi pakmat..jgn cakap kuat2 malu saya" pakmat:''hang malu ka?? aku lagi malu tengok hasil keja hang kalu macam ni.aku boleh bagi C- ja." aku: trus diam.mals nk jawab...sume dak kelas aku dengr.mau x kuat dorng gelakkn aku..haish! pakmat nih..malukan aku je..
lukisan keempat: cerek
komen pakmat: " ni cerek hang ka?" aku:"ye pakmat" pakmat:" awat pelik semacam ja aku tengok...aku bagi C- jugak" aku:''ok.." 2 je yg aku jwab..sbb aku tau cerek yg aku lukis ni memng huduh..haha
lukisan kelima:sudu dan garfu
komen pakmat:" sudu,garpu mana hang cilok ni?" aku: "sudu,garpu kat umah saya la pakmat.kenape?" pakmat:''umah hang banyak benda pelik2 na..(smbil geleng2 kepala).. aku:"la..nape plak pakmat..tak cantik ke?" pakmat:"cantik apanya camni..sudu,garpu hang mcam da berkarat ja aku tengok!" belum smpat aku jawab..dak2 laki kelas aku jwab dulu.."pakmat..umah die xde air..sudu garpu x sempat basuh sbb 2 berkarat..hahaha" aku:setan godolnye kwan2..(dalam ati aku je la). pakmat:"nah amik la D ni" aku: hai..sudu garpu aku yg berkarat ni dpat D pn cukup la..huhu
lukisan keenam:kunci
komen pakmat: "ni kunci apa ni?" aku:"kunci umah sewa" dalam ati aku..ish..ape lagi la pakmat ni nk komen.. pakmat:"dua lukisan hang sebelum ni ok ja.napa yg akhir2 da jadi cam apa da aku tengok.." aku:"pisau ngn sudip 2 sy lukis awal2 memng la cantik..ni da last2 da jadi letih pakmat.." pakmat:''apa la hangpa ni..lukis skit da letih.D juga yang ni.mane2 lukisan yg sya bagi D buat balik.dapatkan markah A'' aku: da bape bnyak D da aku dpat..mals aku nk wt balik..huhu
lukisan buah gune pensil,pen, n kaler luna.
komen pakmat:"lukisan hang ok.tiga3 ok.cuma setting dia ja tak sesuai.da macam buah tergolek2 kat pasa ja aku tengok.." aku:"ade plak mcam buah kt pasar..saya lukis ni habis baek da pakmat" pakmat:"aku hargai usaha hang 2..em..aku bagi A- ok?" aku:"saya nk A+ pakmat" pakmat: "nak A+ buat lukisn laen.yang ni layak dpat A- ja."
aku:cheit!lukisan 1 titik perspektif
lukisan 2 titik perspektiflukisan 3 titik perspektif
tiga3 lukisan ni dpat A+ ..hehe
ktorng kena lukis sudt perspektif indoor.
so aku lukis je umah sewa aku ni..(umah bersepah)hehe
lukisan dari sudut 1 perspektif
komen pakmat:"hang bukan tak pandai..hang pandai lukis..tengok ni..cantik ja.aku bagi A+"
aku:hehe mekacih pakmat(sambil idung da kembang kempis..bangge!huhu)lukisan dari sudut ats.2 perspektif.
komen pakmat:"dalam banyak2 student kelas ni,aku tengok hang baguih lukis lukisan perspektif.tapi napa kerusi hang tu nampak cam nak jatuh ja..kalu aku duduk da jatuh kebawah..macam maen papan lungsur hang tau.." aku:"eh,yeke..tak perasan la plak..hehe" pakmat:"hang betulkan kerusi tu."smbil tngan die tulis A+. aku:hehe dapat A+ lagi..
kene cari gambar dlam bilik n kene kaler gune watercolour..aku lukis gmbr ni.
komen pakmat:" mana hilang bola??" aku:"erk! bola ape pakmat?" pakmat:"bola dalam gambaq ni la..hang nampak ke tak ade bola dalam gambaq ni.atas cadar tu" aku:"owh,bola 2.hehe saye tak lukis pakmat.bola tu kecik sngat..susah nk lukis" pakmat:"banyak la alasan hang.aku bagi A- ja" aku: kire ok la 2..dpat A gak..huhu
kene lukis mambang la plak..huhu da msuk bab figura..mula2 kene lukis mistik figure. senang kte kne lukis orng lidi..huhu ingt senang ke nk lukis orng lidi.da la kene lukis orng lidi full atas paper A3.lukis 3 keping lak 2.da ciap orng lidi lukis orng berotot lak. 3 keping gak...haish!lotih den!
koman pakmat: "kecik2 ja mambang hang na.. tpi full paper.baguih! A+" aku:kang lukis besa2 kang die komen gak.baek lukis kecik2.chumel ckit..hehe
macam2 bentuk mata aku lukis.mase ni da xde m0od nk lukis..klakar..huhu
pakmat:"hai..mana hang jumpa mata macam2 pasen ni..tak pa.aku bagi B+" aku: haish! banyak tanye lak pakmat ni..aku maen imagine je mata2 tu sume..huhu komen pakmat:" hang ni suka merantau ka?? atau hang penah dudk afrika?? mana la hang jumpa orang mulut jongos..bibir juih..bibir tebal suma ni na..aku kagum ngn hang ni.A+." aku: aku g afrika dlm mimpi ade la..haha sume 2 imaginasi je la pakmat komen pakmat:"A+.yang ni baguih! cuma tak ckup tone.pekatkan lagi tone dia" aku: "baiklah pakmat" komen pakmat: "baguih jugak! A+ lagi!" aku: hanya mampu tersengih je..ngee....suka suki.. ;p
da tibe mase wat potret lak..potret muka sendiri.memng tak same lnsung muke aku.huhu
pakmat:" hang penah nampak orang kepala putuih(putus) ka??" aku:"ha??!!"(blur) pakmat:"aku tanya..hang penah nampak orng kepala separuh ka?" aku: "mane la saya penah pakmat.." pakmat:"habih tu napa hang lukis potret kepala hang separuh cik oii.." aku:"erk! tak boleh ke?? mane saya tau..janji nampak muke" pakmat:"sakit jiwa aku ngan hang ni.buat semula!lukis laen!cari gambaq hang yg laen.gambar yg nmpak kepala apa suma.paham?!" aku:"adei..ye la pakmat.."
last2 aku lukis gambar aku yg ni lepas gambar aku kepala separuh 2 kene reject..huhu
komen pakmat:"cantik juga hang ni na.." aku:aish,laen macam je pakmat ni..(dalam ati) pakmat:"aku tengok hang dlam gambaq cantik ja.macam orng pakistan pon ada..ayu ja..sejuk mata memandang" aku:"hehe yeke pakmat terima kasih.."(smbil tersengih2 pada pakmat) pakmat:"hang tak usah sengih lebih2 pada aku la.ingat aku nk bagi hang markah lebih ka? aku puji hang pon sbb gambaq hang ni cantk ja..tapi bile tangok live.tak cantik pn.. muka hang dlam lukisan hang pun lagi cantik dari hang" aku:cis!hampeh tol pakmat nih.sia2 je aku sengih pade die.. pakmat:"ok saya terima lukisan ni.better dari lukisan kepala terpotong hang 2" aku:"ade je point die nk perli aku..haish!
jeng3..!! ni la pakmat.. lukisan ini terhasil ketika bosan mendengar celoteh pakmat kat depn..

Rizal Rahman Hakim ( XI ips 2 )

I. LATAR BELAKANG

Masyarakat yang tinggal di tengah kota, mau tak mau harus menghadapi tuntutan akan standar hidup yang tinggi. Akibatnya, pemenuhan akan berbagai kebutuhan harus dicapai dengan bekerja dan bekerja, bahkan sering tanpa mengenal waktu. Karena itu, mereka pun menjadi penganut gaya hidup yang serbapraktis, serta wajib memiliki akses informasi dan komunikasi yang mudah, jika tidak mau ketinggalan menghadapi perubahan di sekitarnya yang berlangsung sangat cepat. Kondisi ini pula yang menyebabkan stress tinggi menjadi hal biasa di kalangan warga kota besar.

Keadaan perkotaan yang padat penduduk dan dikepung bangunan buatan manusia, menyebabkan masyarakat perkotaan sulit memperoleh tempat tinggal dengan kualitas lingkungan yang baik. Padahal, setelah seharian beraktivitas, rumah menjadi tempat untuk melepaskan lelah. Karena itu, rumah di tengah kota harus dapat mengakomodasi kebutuhan penghuni akan kenyamanan, sekaligus menjadi tempat untuk mendukung kesibukan pekerjaan yang kerap terpaksa dilakukan di rumah.

Desain tempat tinggal yang sesuai dengan karakter khas perkotaan inilah yang berusaha dieksplorasi Tabloid RUMAH dalam Sayembara Desain Rumah kali ini. Dengan latar belakang ini, diharapkan lahir ide-ide kreatif yang dapat menyiasati kebutuhan penghuni yang kompleks, namun tetap memerhatikan kondisi lingkungan sekitarnya. Karya-karya desain yang dihasilkan nanti semoga dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam membangun rumah tinggal yang nyaman di tengah kota.

II. SYARAT DAN KETENTUAN

1. Peserta adalah mahasiswa S1 jurusan Arsitektur yang masih terdaftar sebagai mahasiswa sampai Desember 2008.
2. Peserta sayembara adalah perorangan (bukan kelompok atau tim).
3. Gagasan desain adalah karya asli peserta dan belum pernah dipublikasikan dan diikutsertakan dalam lomba apapun.
4. Karya yang masuk tidak akan dikembalikan dan penyelenggara berhak memublikasikan karya tersebut.

III. PERMASALAHAN

Prima (37), seorang manajer pemasaran, memilih tinggal di tengah kota supaya tak banyak waktu terbuang sekadar menuju ke tempat kerja. Karenanya, meskipun lahannya sempit, ia merasa lebih nyaman tinggal di situ karena ia masih bisa mengerjakan pekerjaan kantor yang dibawanya pulang, meski itu harus ia kerjakan di meja tamu, bergantian dengan istrinya, Herly, yang seorang penulis. Kadang-kadang, Prima harus membereskan laptop istrinya lebih dulu sebelum ia mulai bekerja dengan laptopnya. Tak jarang pula, ia harus menarik kabel telepon ke meja tamu karena laporan yang ia buat harus segera ia email ke atasannya saat itu juga. Bekerja dengan komputer desktop membuatnya tak nyaman karena semua data ia simpan di laptop, apalagi komputer desktop itu seakan-akan sudah menjadi �milik� anak-anak mereka.

Sebagai penulis, Herly, teman sekelas Prima saat SMA, memiliki waktu kerja yang lebih longgar ketimbang sang suami. Pagi hari ia masih bisa mengantar anak-anaknya ke sekolah setiap hari naik sepeda motor matic, lalu pulang untuk bekerja barang dua tiga jam sebelum menjemput mereka lagi. Profesi penulis membuatnya bisa mendampingi kedua anaknya, Bram (7) dan Noni (4) belajar dan bermain. Namun karena rumahnya terbilang sempit, tempat untuk bermain ya sekaligus tempat belajar, dan sebaliknya.

Sudah lama Prima dan Herly merencanakan untuk merenovasi rumah mereka. Dengan lahan yang terbilang sempit, pilihannya adalah meningkat rumah. Bram dan Noni mulai beranjak gede, berkali-kali merengek-rengek meminta kamar sendiri-sendiri. Prima benar-benar bekerja keras supaya bisa mengumpulkan uang untuk merenovasi rumahnya. Makanya, waktu sepulang kerja masih digunakannya untuk membereskan pekerjaan-pekerjaan kantor. Istrinya sangat mendukung renovasi rumah yang dibelinya 5 tahun lalu dan belum pernah mendapatkan sentuhan perbaikan apapun. Herly merasa, bekerja dengan suasana yang nyaman, ruang kerja yang cozy, udara yang segar di dalam rumah, akses internet yang tinggal pakai, pasti akan membuatnya menjadi lebih produktif. Keluarga muda ini juga mendambakan sebuah ruang yang dilengkapi sarana hiburan multimedia, supaya anak-anaknya mereka bisa menikmati hiburan di tengah-tengah kesibukan dan waktu senggang orang tuanya yang sangat sempit.

IV. DATA TAPAK

1. Lokasi di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
2. Lahan berukuran 5,5 m x 16 m.
3. Jalan depan rumah lebar 8 m.
4. Samping lahan ada jalan selebar 3 m sebagai akses ke kontrakan di belakang site.
5. Di belakang masih ada lahan kosong selebar 4 m dan deretan rumah kontrakan.
6. Kondisi kanan-kiri bangunan rumah tinggal.
7. Kecepatan angin bulanan = 3 Knots.
8. Suhu rata-rata bulanan,
a. Suhu rata-rata = 27 ° C.
b. Suhu maksimum = 34 ° C.
c. Suhu minimum = 24 ° C.
9. Kelembaban rata-rata bulanan,
a. Trimester 1 = 82%.
b. Trimester 2 = 79%.
c. Trimester 3 = 73%.
d. Trimester 4 = 76%.
10. Rumah menghadap ke arah Selatan.
11. Rumah eksisting boleh dipertahankan atau dihancurkan total.
12. Data selengkapnya mengenai lokasi tapak : http://www.tabloidrumah.com/minisite/sayembara/#Gambar%20Site

V. ASPEK PENILAIAN

1. Inovasi desain, dengan tetap mempertimbangkan estetika dan memberikan solusi terhadap kondisi yang ada, mencakup:
a. gaya hidup penghuni yang menginginkan kepraktisan.
b. keterbatasan lahan.
c. penerapan teknologi yang tersedia.

2. Kesesuaian desain bangunan dengan lingkungan sekitar, termasuk lingkungan alam dan kondisi sosial budaya masyarakat.

3. Presentasi hasil karya di hadapan juri (khusus untuk finalis).

VI. PENDAFTARAN

1. Pendaftaran melalui e-mail sayembara@tabloidrumah.com.
2. Atau melalui telepon dan fax:
Sdri. Dian Evitani (Sekretariat
Redaksi Tabloid RUMAH)
Telp:(021) 5483008,54808888,5490666
Ext. 3730, 3731
Fax: (021) 532 37592
dengan menyertakan nama, universitas,
Nomor Induk Mahasiswa (NIM),
telepon/handphone, dan e-mail.
3. Pendaftaran ini tidak dipungut biaya (gratis).

VII. PENYAJIAN

Karya disimpan dalam bentuk CD, yang berisi:
1. File identitas diri dalam format TXT yang meliputi nama lengkap, salinan kartu mahasiswa, salinan KTP, alamat lengkap, dan nomor telepon/handphone, dan alamat e-mail.

2. Penyajian karya berupa satu halaman file PDF, berukuran A1 (594 mm x 841 mm), berformat landscape/horizontal, berukuran maksimal 1 MB, yang memuat:
a. Konsep desain maksimal 200 kata yang ditulis dalam font Arial ukuran 14 dan ukuran 24 khusus untuk judul.
b. Rencana tapak (skala 1:100).
c. Denah, tampak, dan potongan (skala 1:100).
d. Detail desain inovatif yang diunggulkan (skala 1:20 dan perspektif).
e. Perspektif interior minimal 4 buah.
f. Perspektif bangunan dan eksterior.

3. File asli setiap gambar yang disimpan dalam folder tersendiri. Setiap gambar disimpan dalam format JPG, berukuran A4
(210 mm x 297 mm), resolusi 300 dpi.

4. Data peserta TIDAK dicantumkan ke dalam format PDF.

5. CD dimasukkan ke dalam amplop tertutup dan dikirim ke:
Sdri. Dian Evitani (Sekretariat Redaksi Tabloid RUMAH)
Jl. Palmerah Selatan No.12, Gedung Grasindo Lt.2
Jakarta 10270
Telp:(021) 548 3008,54808888,5490666
Ext. 3730, 3731, 3731

VIII. PENYERAHAN DOKUMEN

Dokumen harus sampai ke alamat redaksi paling lambat tanggal 31 Oktober 2008 (cap pos).

IX. JURI

1. Ridwan Kamil, arsitek
2. Kemas Ridwan, Dept Arsitektur UI
3. Rahma Yulianti, redaktur Tabloid
RUMAH

X. MEKANISME PENJURIAN

Penjurian dilakukan dalam beberapa tahap:
- Pemilihan 20 nomine.
- Pemilihan 5 finalis.
- Presentasi 5 finalis di hadapan juri
untuk menentukan pemenang.

Karya-karya nomine, finalis, dan pemenang akan diumumkan di Tabloid RUMAH.

Pemenang Karya Favorit Pembaca dipilih dari 20 nomine melalui sms yang dikirim oleh pembaca Tabloid RUMAH.

XI. HADIAH DAN PENGHARGAAN

- Pemenang I, akan mendapatkan uang sebesar Rp 10 juta, plakat, dan piagam.
- Pemenang II, akan mendapatkan uang sebesar Rp 7,5 juta, plakat, dan piagam.
- Pemenang III, akan mendapatkan uang sebesar Rp 5 juta, plakat, dan piagam.
- Dua pemenang harapan masing-masing akan mendapatkan uang sebesar Rp 2,5 juta, plakat, dan piagam.
- Pemenang Favorit Pembaca, akan mendapatkan uang sebesar Rp 1,5 juta.
- Dua pembaca beruntung dalam polling, masing-masing akan mendapatkan uang sebesar Rp. 500 ribu.

Amri Rosadi ( XI IPS 2 )

sain Arsitektur....RAB....Renovasi....Perspektif 3D...


Bingung hendak merenovasi rumah, tapi belum tahu bagaimana caranya ?????
Simak solusinya ....

Bila ANDA membutuhkan jasa desain arsitektur/gambar, perhitungan RAB (Rencana Anggaran Biaya) atau ANDA membutuhkan Renovasi Rumah Tinggal, Toko, Ruko, Kantor, atau bangunan lainnya........

SM-Biro Bangunan siap memberi solusi kebutuhan ANDA :
> Jasa Desain Arsitektur
> Perhitungan RAB (Rencana Anggaran Biaya)
> Borongan Bangun baru
> Borongan Renovasi
> Jasa Pengawasan/Supervisi

Dengan kemajuan teknologi saat ini, jarak bukanlah masalah. Kirimkan data dan foto lokasi serta rencana ruang yang anda inginkan via e-mail kepada kami, maka kami akan segera membantu mewujudkan desain impian anda. Berbekal pengalaman pada project-project yang telah dikerjakan, kami bertekad untuk dapat memberi solusi terbaik bagi semua klien.





Motto : Anda adalah arsitek-nya, kami hanya membantu mewujudkannya

Kata Kunci : Biro Bangunan, Rumah Tropis, Perancangan Arsitektur, Rumah Minimalis, Fasade, Desain Bangunan

kupu-kupu Ilva fahrurrozi XI IPS 3


batik palembang

EZA FARIDA (XII IS 3)

Songket Kain Tenun Khas Melayu PDF Cetak E-mail

*
* 1
* 2
* 3
* 4
* 5

(23 votes)
Songket Palembang sudah tersohor keindahannya. Kain hasil tenunan halus ini memiliki ciri khas berupa motif benang emas dan perak yang variatif serta warna yang indah. Siapapun gadis Palembang yang mengenakannya, terlihat bertambah cantik.

Sejak dulu Palembang ramai didatangi oleh para pedagang dari berbagai penjuru dunia untuk berniaga. Para pedagang dari Tiongkok misalnya, datang membawa kain sutera sedangkan pedagang India membawa benang emas dan perak. Kedua bahan itu kemudian digabungkan oleh tangan-tangan terampil para gadis Palembang. Mereka menenunnya di pedesaan hingga menghasilkan kain tenun yang mencirikan kebudayaaan Melayu. Kain itu kemudian dikenal dengan nama Songket yang menjadi kain khas Palembang yang tersohor di Pulau Sumatera, Semenanjung Malaka hingga pelosok tanah air bahkan mancanegara. Selanjutnya, Songket bukan cuma menjadi kain tenun khas Palembang melainkan juga kain tenun khas Melayu.Menurut Yeni (26 thn), salah satu pengelola Tujuh Saudara, perusahaan yang bergerak dibidang produksi kain khas Palembang, pembuatan kain tenun Songket ini menggunakan seperangkat alat tenun yang disebut Dayan melalui tahapan yang rumit. Sebelum ditenun, benang sutra yang awalnya berwarna putih dilakukan proses pewarnaan terlebih dahulu.

Kemudian dilanjutkan dengan tahap pencukitan yang mirip dengan proses streamin dalam penyulaman sesuai pola corak dan motif yang sudah didesain. Baru kemudian penenunan dimulai. Seluruh proses dapat memakan waktu hingga tiga bulan untuk mendapatkan kain songket yang halus. "Kalau kain tenun yang agak kasar hiasanya hanya sekitar satu bulan," jelas Yeni.

Alat tenunnya yang berbahan dasar kayu ada berbagai macam. Masing-masing memiliki nama dan fungsi tersendiri seperti dayan, beliro, pelipir, penyincing, tuju bilang, chacha, suri (sisir) buluh bambu, apit, dan pur.Tak hanya perangkat peralatan dan tahapan pembuatannya yang rumit, dalam pola corak warna dan motif benang emasnya pun juga banyak macamnya. Setiap bentang kain ada 4 bagian yaitu pinggiran, tumpal, tengah, dan tretes untuk ujung siku kain. Setiap bagiannya itu motifnya berbeda. "Bahkan di bagian Tumpal terdapat 4 jenis motif yaitu ombak, rumpak, carebung, dan tawur. Begitu juga di bagian tengah ada beberapa macam, seperti lepus, tabor, limar, dan bungo Cino," ungkap Lia (20 thn), adik Yeni.

Bagi sebagian orang memiliki Songket mempunyai gengsi tersendiri, sebab bisa menunjukkan martabat pemakainya. Oleh karena itu kain ini oleh pemiliknya tetap dijaga dengan baik bahkan dijadikan koleksi hingga kemudian diwariskan ke anak-cucu. Semakin tua umur Songket Palembang, semakin mahal harganya.

Kain Songket biasanya digunakan oleh pria dan wanita pada acara-acara pernikahan yang tidak hanya berasal dari adat Palembang tetapi juga daerah-daerah lain. Atau pada resepsi resmi dan acara-acara adat. Hasil industri rumah tangga ini seringkali dijadikan
cenderamata wisatawan saat bertandang ke Palembang atau kota lain di Sumatera Selatan.

Di pasaran Kota Palembang, harga songket bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah. Perawatannya mudah, kain atau selendang songket digulung lalu dimasukkan ke dalam kotak atau kantong dan diberi sedikit merica agar tidak dimakan rayap.

Tips :

Di Palembang banyak toko souvenir yang menjual kain tenun Songket Palembang. Selain songket, ada lagi hasil industri rumah tangga lainnya yakni kain tajung dan gebeng yang ditenun dari benang sutera, batik Palembang, pelangi (sewet jumputan), pradan (prado) yakni kain ukiran yang diberi cat perado, ukiran kayu, dan perabot/hiasan dari kayu lak. Berikut tempat-tempat membeli kerajinan khas Palembang :

1. Pengrajin Tenun Songket dan cindera mata tradisional Palembang, Hj. Asmi Astari Songket, Jl. TI. Kerangga Wirosentiko No.273 Palembang.
2. Mir Senen Galery, AKBP H.M.Amin No.43 Palembang.
3. Serengam Setia, tempat menjual kain songket, Jl. Ki Gede Ing Suro No.164 Palembang.
4. Rumah Lima Aziz (handycraft), Jl. Demang Lebar Daun No.51 Palembang

Agung Muhamad Muharam ( XI Ips 2 )

PENGERTIAN PERSPEKTIF

Konstruksi perspektif adalah sebuah dasar pendidikan seni dan besar artinya untuk lingkup penggunaan yang sangat luas seperti arsitek, orang-orang teknik mesin, dan para desainer. Menurut Leonardo da Vinci, perspektif adalah sesuatu yang alami yang menampilkan yang datar menjadi relief dan yang relief menjadi datar. Perspektif adalah suatu sistem matematikal untuk memproyeksikan bidang tiga dimensional ke dalam bidang dua dimensional, seperti kertas atau kanvas. Kata “Perspektif” berasal dari kata bahasa Itali “Prospettiva” yang berarti “gambar pandangan”.

Konstruksi perspektif memungkinkan kita untuk menggambarkan sebuah benda atau ruang secara nyata di atas sebuah bidang datar (bidang gambar), atau untuk memperjelas sebuah rencana yang telah digambarkan secara proyeksi geometri (tampak atas, depan dan samping).

SEJARAH PERSPEKTIF

Sejak para seniman mencoba untuk mengekspresikan bentuk tiga-dimensional ke dalam bidang dua-dimensional, dengan sadar ataupun tidak sadar mereka telah terlibat dengan semacam ‘perspektif’. Aliran realis pertama-tama diperkenalkan ke dalam gambar atau lukisan dengan penggunaan bayangan pada zaman Pericles. Pemendekan garis perspektif dan pemancaran sinar, sebagian telah diketahui sekitar abad 4 SM dan fragmen-fragmen karya ini tidak turut musnah dengan kehancuran Pompeii (tahun 79 M).

Perkembangan perspektif sebagai ilmu pengetahuan dimulai pada zaman Renaissance. Paolo Uccello (1397-1475) telah menghabiskan begitu banyak waktu untuk mempelajarinya. Pekerjaannya kemudiaan diikuti oleh yang lain. Dipelopori oleh Fillipo Brunelleschi (1379-1446) seorang ahli bangunan, dilanjutkan lebih jauh oleh Leona Battista Alberti (1404-1472) seorang arsitek.

Piero degli Franceschi (1420-1492) seorang pelukis dan ahli matematika, telah menulis buku pelajaran pertama mengenai perspektif. Barozzio da Vignolia (1507-1573) dan Andrea Mantegna (1431-1516) menggunakan teknik perspektif dalam figur lukisan. Penggunaan konstruksi perspektif ini menyebar cepat dengan adanya penemuan mesin cetak dan pekerjaan pemahat-pemahat seperti Albrecht Durer (1472-1528).

“Perspective”, oleh Albrecht Durer

Cetakan tua dari abad 16 ini memperlihatkan suatu metode sederhana

untuk memindahkan sebuah objek perspektif ke dalam bidang gambar


Sebelum tahun 1500, konstruksi perspektif telah dicoba dan diuji kemungkinan-kemungkinannya. Leonardo da Vinci memasukkan diagram-diagram dan keterangan-keterangan mengenai perspektif dalam buku-buku catatannya. Pada tahun 1499 ia membuat diagram-diagram untuk buku karangan temannya, ahli matematika Fra Luca Pacioli yang berjudul “De Devina Proportione”.

Lukisan-lukisan perspektif dan buku-buku mengenai teori perspektif bermunculan pada jaman Barok. Pada tahun 1715 muncul sebuah teori perspektif dari Taylor, yang kemudian dikembangakan sampai sekarang. Pada jaman Barok, Eropa untuk pertama kalinya mengenal lebih dekat lukisan-lukisan Tiongkok. Lukisan-lukisan ini masih ada kekurangannya, yaitu keaslian menurut alamiahnya dan aturan perspektif atau kebenaran perspektifnya.

“Whithering Trees and Bamboo”, Cina abad 17, oleh Yun Shou-p’ing.

Efek penggambaran perspektif dari udara dengan pemberian tekanan pada objek terdekat

dan efek kabut pada perbukitan yang jauh.

Gambar-gambar dari Tiongkok ini dapat disejajarkan dengan gambar pada jaman Rokoko di Eropa, yaitu gambar perspektif dengan banyak titik hilang. Manusia abad ke-19 berpendapat sistem ini terlalu dibuat-buat, terlalu berbelit-belit dan juga tidak cukup tepat. Maka mereka mengembangkan fotografi.

Sejak jaman Renaissans, para seniman telah memperbaharui teknik-teknik perspektif. Thomas Eakins (1844-1916) membuat sebuah gambar lanskap dengan bayangan yang sangat akurat. Beberapa kritikus berpendapat bahwa gambar dengan teknik perspektif ‘dihancurkan’ oleh para seniman modern, seperti Pablo Picasso di awal abad ke-20. Namun beberapa seniman modern tidak benar-benar meninggalkan teknik perspektif; mereka meminjam tekniknya, mengelaborasikannya dengan karya mereka dan memperbaiki teknik-tekniknya, yang menjadikan gambar perspektif sebagai sebuah karya seni sekaligus ilmu pasti.

PRINSIP DASAR PERSPEKTIF

Peraturan-peraturan perspektif yang berbeda-beda (bermacam-macam), pada dasarnya semua mengikuti keadaan alam. Dan hal ini dapat dengan baik diperhatikan pada alam sekitar kita. Mata manusia sudah terbiasa untuk melihat benda-benda sekeliling dalam bentuk perspektif. Maka orang akan lebih cepat menangkap maksud sebuah gambar perspektif daripada proyeksi ortogonal.

Seperti diketahui, mata manusia hanya mampu melihat keadaan sekeliling dengan sudut pandang tertentu yang relatif dan terbatas. Kemampuan manusia memandang ini tidak dapat dipaksakan untuk melihat (memandang) obyek sekeliling dengan sudut pandang yang lebih besar.

Dalam penggambaran perspektif terkonstruksi, diumpamakan bahwa pengamatan obyek berasal dari satu titik pandang. Yaitu titik tempat pengamat berdiri memandang obyek. Sudut dipersempit secara relatif, dan dengan cara ini garis-garis lurus akan tetap lurus dan menghasilkan gambar perspektif yang tidak terdistorsi.

TERBENTUKNYA GAMBAR PERSPEKTIF

Hampir semua orang yang bekerja menggunakan gambar perspektif, sebelumnya pernah menggunakan peralatan fotografi. Alat fotografi yang kita kenal sekarang, adalah suatu perkembangan lanjut dari kamera Obscura.

Yohan Baptist Porta (1560) pernah menulis tentang alat ini. Prinsipnya mungkin sudah dipergunakan sejak zaman babilon. Sinar masuk melalui lubang kecil pada sisi depan kotak yang tertutup. Berkas sinar ini akan membentuk sebuah gambar samar-samar terbalik pada dinding belakang yang datar. Dalam pesawat foto, lubang ini dibesarkan untuk mempertajam gambar dilengkapi dengan lensa.

Benda yang disinari akan memantulkan sinar ke semua penjuru. Tanpa adanya cahaya yang menyinari objek, tidak akan mungkin objek itu terlihat oleh mata manusia atau tertangkap oleh kamera. Sinar-sinar pantulan yang mengenai mata dinamakan sinar-sinar pandang. Sinar-sinar ini memproyeksikan sebuah gambar benda pada selaput jala.

Hal ini juga terjadi dalam dunia fotografi. Hanya bedanya, sinar-sinar pandang ini diproyeksikan ke atas bidang yang sensitif terhadap cahaya, yaitu lembaran film. Karena sinar-sinar proyeksi ini melalui suatu titik pusat, maka gambar yang dihasilkan dinamakan gambar proyeksi pusat. Semua gambar yang dihasilkan oleh kamera foto dinamakan juga gambar proyeksi pusat atau gambar perspektif.

ISTILAH DALAM KONSTRUKSI PERSPEKTIF

a. Objek

Objek yang berbentuk garis lurus, siku dan teratur, sangat mudah digambar. Sisi objek yang semakin hidup atau berbentuk tidak teratur, semakin sulit untuk digambar. Kesulitannya pada ketidakaturan objek tersebut. Untuk penggambarannya dibutuhkan ketepatan dalam gambar tampak atas, muka dan samping.

Sering dijumpai gambar perspektif dengan satu sisi vertikal atau satu rusuk vertikal objek menempel pada bidang gambar; dengan demikian didapatkan garis vertikal pada gambar perspektif, yang menjadi pedoman langsung bagi ukuran sebenarnya.

b. Titik pandang

Titik pandang merupakan tempat pengamat berada. Dari titik tersebut pengamat memandang objek dengan sudut pandang tertentu. Semakin jauh pengamat berada dari objek, semakin luas pula areal yang mampu dipandang pengamat. Biasanya areal pandangan dalam fokus yang tajam pada manusia adalah relatif kecil.

Contoh kasus: Kebanyakan orang hanya mampu untuk membaca beberapa kata sekaligus dari sebuah tulisan. Untuk menghilangkan atau mengurangi keterbatasan itu, tulisan dimundurkan dari mata pengamat.

Konsentrasi pada detail yang tajam dengan areal pandang yang lebar, mungkin menyebabkan distorsi pada sekitar gambar itu. Distorsi ini sering terjadi karena mata pengamat lebih banyak memperlihatkan bagian gambar daripada yang mungkin dilihat dalam sekilas. Ini dapat dihilangkan atau paling tidak dikurangi dengan gambar yang lebih terbatas atau dengan alternatif lain: memindahkan pengamat lebih jauh dari objek.

c. Bidang gambar

Bidang Gambar adalah bidang khayal yang tembus pandang untuk melihat ke daerah yang akan digambar. Bidang gambar dapat divisualisasikan sebagai kaca raksasa yang berdiri tegak antara pengamat dan daerah yang akan digambar. Ketika proses menggambar dimulai, permukaan kertas gambar akan merepresentasikan bidang gambar ini. Kita tidak bisa membuat gambar perspektif yang baik tanpa pertama-tama memvisualisasikan bidang gambar dan hubungannya dengan pokok-pokok yang akan digambar di atas bidang kertas. Bidang gambar dapat diletakkan di sembarang tempat pada objek (di depan, di belakang atau memotong objek), tegak lurus terhadap sumbu pandang.

Cetakan tua dari buku “The Practice of Perspective” (1749)

Koleksi dari Arthur P. Williams

Gambar perspektif terbentuk oleh sinar-sinar pandang dari sudut objek ke titik pandang yang memotong bidang gambar. Jika bidang gambar ditempatkan di depan objek, sinar-sinar pandang ke pengamat memperkecil ukuran imajinasi dan jika ditempatkan di belakang objek, sinar-sinar ini akan memperbesar ukuran imajinasi gambar perspektif.

d. Kerucut pandang dan sumbu pandang

Untuk menghindari distorsi gambar, jarak antara pengamat dan objek diatur oleh sudut pandang, yaitu sudut pada titik pandang yang dibentuk oleh sinar-sinar dari pinggir objek. Jika sudut pandang ini terlalu besar, kedalaman gambar perspektif seperti dilebih-lebihkan (menimbulkan gambar yang tidak normal/distorsi). Dan apabila sudut pandang terlalu kecil, gambar perspektif itu akan kelihatan didatarkan.

Sebagai pedoman; dengan posisi kepala diam, mata manusia dapat melihat keadaan sekitarnya dengan sudut pandang mencapai 180o. Namun yang teridentifikasi hanya objek-objek yang berada pada sudut pandang antara 60o - 90o, objek-objek di luar sudut pandang tersebut akan sulit untuk diidentifikasi, objek-objek menjadi buram dan tidak jelas bentuknya. Bila mata manusia lebih difokuskan lagi, maka yang terlihat hanya objek-objek yang berada pada sudut padang antara 30o - 60o.

Berdasarkan pembahasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa sudut pandang 90o merupakan sumbu pandang pada gambar perspektif, dan sudut pandang antara 30o-60o merupakan kerucut pandangnya.

e. Garis cakrawala atau garis horison

Yang dimaksud bidang cakrawala dalam gambar perspektif adalah bidang khayalan, kedudukannya selalu setinggi mata pengamat dan sejajar dengan bidang dasar. Berupa garis mendatar, dengan ketinggian mata pengamat dan memisahkan gambar yang di atas dan di bawah mata. Tinggi cakrawala bervariasi menurut tinggi mata si pengamat. Sikap pengamat (duduk/berdiri) menentukan tinggi cakrawala.

Semua bidang objek horisontal setinggi mata pengamat akan bertumpuk dengan garis cakrawala.

f. Titik hilang

Titik hilang adalah titik dalam gambar perspektif di mana garis-garis yang sesungguhnya dalam keadaan sejajar akan menghilang menuju titik ini. Objek-objek yang pada kenyataannya sama besar, bila posisinya menjauhi pengamat akan tergambarkan lebih kecil daripada objek yang lebih dekat dengan pengamat. Letak titik hilang segaris lurus dengan garis cakrawala (untuk perspektif satu titik hilang dan dua titik hilang)

g. Titik ukur dan titik diagonal

Titik ukur dalam konstruksi perspektif berfungsi untuk mengukuhkan kedalaman suatu objek dengan akurat. Dengan adanya titik ukur, maka penggambaran perspektif akan lebih akurat.

Titik diagonal berfungsi untuk menarik garis yang dalam keadaan normal memiliki sudut 45o, ke dalam gambar perspektif. Biasanya digunakan pada perspektif yang menggunakan bujur sangkar (segi empat sama sisi) sebagai tolok ukurnya.

Titik ukur dan titik diagonal pada perspektif satu dan dua titik terletak pada garis cakrawala dan hanya dapat digunakan untuk mengukur bidang-bidang horisontal pada gambar perspektif. Pada perspektif satu titik hilang, titik ukur dan titik diagonal terletak pada satu titik yang sama, yang jaraknya tergantung pada jarak pengamat terhadap objek paling jauh. Pada perspektif dua titik hilang titik diagonal terletak tepat di tengah diantara dua titik hilang.

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:FMAuvvQmrLRj7M:http://comicalme.blog.friendster.com/files/perspektif.jpg