Cari di Blog Ini

Tuesday, November 3, 2009

WAWASAN SENI

3D Chalk Art in the Streets Part I

Pernah lihat Film Kartun yang disiarkan salah satu tv Swasta dengan judul Chalk Zone.., seorang anak yang bernama Rudy memiliki kapur ajaib dan bisa pergi ke dunia kapur kapanpun dia mau.., saat berada di dunia kapur..., benda apa saja yang Rudi gambarkan akan menjadi kenyataan. Mulai benda mati atau benda hidup serta penggabungan keduanya...


Nah!!! Orang yang bisa mewujudkan hal tersebut di dunia nyata adalah Julian Beever, eits..tapi jangan dipikir kalo Julian bisa membuat benda dengan hanya menggambar. Bedanya Julian tidak memiliki kapur ajaib tersebut. Julian terkenal dalam hal seni melukis, dengan modal kapur berwarna ia mampu membuat mata para pejalan kaki terkaget bahkan reflek menghindari lukisan tersebut. Lha?? kok bisa...Lukisan yang dibuat oleh Om Julian ini bisa terbilang lukisan tiga dimensi yang dapat menipu indra penglihatan manusia. Syeram...Sungguh bakat yang sangat luar biasa di dunia seni. Hemmm....


Liat contoh pada gambar di bawah..., Mengagumkan bukan????

3D Chalk Art - Coke Bottle - Unbelievable!

3D Chalk Art - Coke Bottle

3D Chalk Art - Coke Bottle



3D Chalk Art - Shark - Scary!
3D Chalk Art - Shark

3D Chalk Art - Shark

3D Chalk Art - Cityscape - What in the World am I looking at!

3D Chalk Art - City Scape

3D Chalk Art - City Scape

3D Chalk Art - Brick Hole - Careful, under construction!

3D Chalk Art - Brick Hole

3D Chalk Art - Brick Hole

3D Chalk Art - Man Fall in Hole - AHH! Watch out!

3D Chalk Art - Man Falling in Hole

Kiamat Sudah Dekat

Aih...
Serem amat..,
Gua kalo udah denger kata kiamat.., bulu kuduk serasa semriwing.., pikiran udah kemana-mana.., mikirin dosa mau di buang kemana..., Adoh!!!

Sudah tau khan kalo para pakar dedemit.., pakar Tarot..., pakar peramal (yang pasti para pelamar pekerjaan gak ikut!).., juga para pakar-pakar yang sangat pakar dalam suatu perpakaran dalam hal dunia Ghoib!!! Menyatakan bahwa..., akan datang bencana yang maha dahsyat nan luar biasa di Bumi kita tercinta...Bumi gonjang-ganjing.., Tsunami dimana-mana..., gunung meletus tak terkira..., Lapindo gak tahu rimbanya...HIiiiiiiiiiiiiii...Serem khan...Gimana nasib kita nantinya...Pasti sembako pada naik..Haks...

Aih.., kalo dipikirin mah gak slesai2.., dan gak bisa mecahin masalah. Kalo denger prediksi tersebut, kita menilai itu seperti Kiamat Kecil. Tapi hal tersebut juga masih berupa prediksi.., kejadiannya juga masih belum pasti. Seperti prediksi pada tahun 1999, yang memprediksikan kiamat akan terjadi pada pukul 9 menit ke 9 detik juga ke 9, tanggal 9 bulan 9.(hobi banget angka 9 dah). Buktinya, tidak terjadi apa-apa, Cape deh...

Walau banyak orang-orang pintar (yang katanya hobi minum tolak angin) yang mengatakan hal serupa.., toh semuanya juga kembali kepada yang Kuasa, Allah SWT. Dan kita sebagai manusia bisa mengambil langkah untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Inilah yang disebut "Seni Kehidupan"

WAWASAN SENI

Art deco

Asal Mula Kata Art Deco

Kata Art Deco termasuk terminologi yang baru pada saat itu, diperkenalkan pertama kali pada tahun 1966 dalam sebuah katalog yang diterbitkan oleh Musée des Arts Decoratifs di Paris yang pada saat itu sedang mengadakan pameran dengan tema “Les Années 25”. Sejak saat itu nama Art Deco dipakai untuk menamai seni yang saat itu sedang populer dan modern. Munculnya terminologi itu pada beberapa artikel semakin membuat nama Art Deco eksis. Art Deco semakin mendapat tempat dalam dunia seni dengan dipublikasikannya buku “Art Deco” karangan Bevis Hillier di Amerika pada tahun 1969. Art Deco merupakan salah satu langgam yang sangat luas penerapannya, berbagai macam contoh dapat kita jumpai, dalam arsitektur, pakaian, poster dan peralatan rumah tangga serta masih banyak lagi contoh lain. Mekipun tersedia beragam benda yang memakai langgam Art Deco, namun tidaklah mudah mendefiniskan bagaimana langgam Art Deco tersebut. Setiap negara yang menerima langgam Art Deco mengembangkannya sendiri, memberikan sentuhan lokal sehingga Art Deco di suatu tempat akan berbeda dengan Art Deco di tempat lain.

Art Deco

Art Deco adalah gayahias yang lahir setelah Perang Dunia II. Bentuk ornament ini cenderung kaku dan bersudut sudut. Tema popular dalam Art Deco adalah bentuk – bentuk bersifat trapezoid, zig – zag, geometri, dan puzzle, ornamen yang digunakan lebih beraturan dan banyak menggunakan garis – garis atau persegi. .Dalam perjalanannya Art Deco dipengaruhi oleh berbagai macam aliran modern, antara lain Kubisme, Futurisme dan Konstruktivisme serta juga mengambil ide-ide desain kuno misalnya dari Mesir, Siria dan Persia. Seniman Art Deco banyak bereksperimen dengan memakai teknik baru dan material baru, misalnya metal, kaca, bakelit serta plastik dan menggabungkannya dengan penemuan-penemuan baru saat itu, lampu misalnya, karya-karya mereka memakai warna-warna yang kuat serta bentuk-bentuk abstrak dan geometris misalnya bentuk tangga, segitiga dan lingkaran terbuka, tetapi mereka kadang masih menggunakan motif-motif tumbuhan dan figur, tetapi motif-motif tersebut cenderung mempunyai bentuk yang geometris. Komposisi elemen-elemennya mayoritas dalam format yang sederhana. Desain Art Deco banyak menggunakan bahan – bahan mahal dan sedikit ornamen hias.. Art Deco muncul untuk memenuhi selera dan kebutuhan konsumen menengah ke atas yang sesaat. gaya Art Deco ini juga disebut gaya Moderne atau Modernistik, yaitu perpaduan antara bentuk baru yang disederhanakan dengan kecenderungan dekoratif lama. Bila modernisme menggunakan pendekatan “less is more” makan Art Deco mencoba tampil di tengah – tengah jaman modernisme tetapi dengan memanfaatkan ornamen hias, Bila modernisme berpegan pada ” form follows function” maka Art deco tampil tiba – tiba dengan gaya hiasnya.

Para Seniman Art Deco

Beberapa desainer sangat identik dengan Art Deco, misalnya Jaques-Emile Ruhlmann yang dikenal sebagai master Art Deco melalui karya mebelnya yang hampir selalu memakai material mahal. Desainer mebel lain misalnya Paul Follot, Pierre Chareau, Clement Rousseau, tim desain Süe et Mare (Louis Süe and André Mare), Eileen Gray serta Kem Weber. Rene Lalique dikenal dengan hiasan dari kaca dan desain perhiasannya, Susie Cooper dan Clarice Cliff terkenal dengan keramiknya, Jean Puiforcat dengan perak dan pekerjaan metalnya, Paul Poiret terkenal dengan motif tekstilnya, dan A.M Cassandre dikenal dengan poster-posternya. Dan Jika Prof. Ir. Charles Proper Wolff Schoemaker dan Albert Frederik Aalbers tidak menginjakkan kakinya di Indonesia, mungkin kita tidak akan mengenal arsitektur Art Deco.Dari pakaian, perhiasan, poster, perabot, peralatan rumah tangga hingga arsitektur, semua karya-karya ini memeriahkan dunia Art Deco, para seniman yang menghasilkannya berasal dari bermacam-macam latar belakang mencoba menghadirkan karya-karya yang dapat memenuhi kebutuhan manusia saat itu ditengah perubahan jaman. Partisipasi masyarakat luaslah yang membuat seni ini menjadi spektakuler.

Karya seni Art Deco

jacquesemileruhlmanndressingta.jpg

Jaques-Emile Ruhlmann’s Table Dressing

ruhlmanndaybed1920s.jpg

Jaques-Emile Ruhlmann’s Day Bed

2598.jpg

Rene Lalique’s Vas

rene-lalique-dragonfly.jpg

Rene Lalique’s Dragon Fly

280px-gradbandslime2.jpg

Susie Cooper

cc.jpg

Clarice Cliff

silver09.jpg

Jean Puiforcat

jeanpuiforcatclocknickelplated1.jpg

Jean Puiforcat’s Clock

gala3.jpg

Paul Poiret

webonal.jpg

A.M Cassandre

bragabuilding3.jpg

Jika Prof. Ir. Charles Proper Wolff Schoemaker dan Albert Frederik Aalbers tidak menginjakkan kakinya di Indonesia, mungkin kita tidak akan mengenal arsitektur Art Deco.

Pengaruh Art Deco

Art Deco di Indonesia

Pengaruh Art Deco di Indonesia dibawa oleh arsitek-arsitek Belanda, salah satu diantara mereka adalah C.P. Wolff Schoemaker dan A.F. Aalbers. Hotel Preanger Bandung rancangan Schoemaker merupakan arsitektur berlanggam Art Deco dengan ciri khasnya elemen dekoratif geometris pada dinding eksteriornya. Selanjutnya perkembangan arsitektur Art Deco di Indonesia tampil lebih sederhana, mereka lebih mengutamakan pola garis-garis lengkung dan bentuk silinder, contoh konkret dari konsep ini adalah Vila Isola Bandung (sekarang gedung IKIP), juga rancangan Schoemaker. Kesederhanaan bentuk belumlah mewakili semua konsep arsitektur Art Deco ini karena kedinamisan ruang interior dapat dilihat dalam lay out bangunannya.

preanger1890.jpg

Hotel Preanger Bandung

isola-voorzijde-klein.jpg

Vila Isola Bandung (sekarang gedung IKIP)

Perkembangan Art Deco akhir di Indonesia mengacu pada kedinamisan dan bentuk plastis yang kelenturan fasadenya merupakan pengejawantahan dari kemoderenan teknologi arsitektural. Contoh fasade yang dinamis salah satunya adalah fasade hotel Savoy Homann Bandung yang dirancang oleh A.F. Aalbers.

art5_homann.jpgHotel Savoy Homann Bandung Lengkungan yang ditampilkan itu merupakan ekspresi gerak, teknologi modern dan rasa optimisme. Orang-orang sering menjuluki lengkungan itu dengan “Ocean Liner Style” hal ini mengacu pada bentuk kapal pesiar yang pada saat itu merupakan karya manusia yang patut dibanggakan, jadi bentukan kapal, bentuk lengkung dijadikan sebagai ekspresi kemoderenan. Di Indonesia tentunya banyak bangunan berlanggam Art Deco yang masih harus dicari dan diteliti. Arsitektur ini merupakan salah kekayaan Arsitektur Indonesia.

Dan pengaruh – pengaruh lainnya di Indonesia maupun di negara lain, seperti:

6c7436426c645f3761703753326f7467647567-100x100-0-01.jpg jr505461.jpg art-deco-chareau-moser-hoffmann-chair1.jpg

fire_basket_art-deco-pol.jpg walnut_leaded_glass_display_cab_0175x1751.jpg Selain furnitur juga mempengaruhi arsitektur, seperti:

dmiami-southbeach-art-deco-building.jpg

Hotel Miami Beach

art_deco_mugs.jpg

Mug – Mug sekarang seperti di atas. Semuanya dipengaruhi oleh Art Deco.

WAWASAN SENI

Art Deco

Art Deco gaya ini popular pada tahun 1920 hingga 1939, banyak digunakan pada desain arsitektur , desain industri, desain interior, lukisan, seni grafis dan film. Nama Art Deco berasal dari pameran yang berjudul Paris exposition des Art Decoratifs et industries pada tahun 1925 di Perancis. Art deco, dalam pengertian tertentu, adalah gabungan dari berbagai gaya dan gerakan pada awal abad ke-20, termasuk Konstruksionisme, Kubisme, Modernisme, Bauhaus, Art Nouveau, dan Futurisme. Art Deco sangat terkenal dengan mobil, kapal Laut dan pesawat terbang yang dianggap sebagai simbol modernitas. Popularitas Art Deco memuncak pada 1920-an, meskipun banyak gerakan desain mempunyai akar atau maksud politik atau filsafati, Art Deco murni bersifat dekoratif. Pada masa itu, gaya ini dianggap anggun, fungsional, dan ultra modern.

Dalam desain grafis tokoh Art Deco yang terkenal, terutama di Prerancis adalah AM, Cassandre, Jean Carlu. Pada Desain Art Deco banyak mengunakan gradasi warna yang halus serta warna yang mengesankan efek kilauan atau lengkungan logam. Desain Art Deco banyak menggunakan bahan-bahan mahal dan sedikit ornamen hias. Ornamen yang digunakan lebih beratuan dan banyak menggunakan garis-garis lurus atau persegi (rectilinear).

Gaya Art Deco dipengaruhi oleh aliran Kubisme dan Fauvisme serta juga gaya Mesir dan Indian Aztec, Amerika Selatan. Selain itu pula gaya pedesain-pedesain Moderisme awal seperti Josef Hoffmann, Frank Lioyd Wright, Adolf Loos juga banyak diserap ke dalam Art Deco. Art Deco menyebar di berbagai negara Eropa. Perancis sebagai pusat Art Deco telah memiliki sekolah seni dekoratif The Martine School sejak tahun 1911. Di Jerman, gaya geometris Bauhaus dibagungkan dengan bentuk-bentuk yang ekspresif banyak dimanfaatkan oleh para pedesain. Di Swiss gaya Art Deco merupakan asimilasi antara gaya Art Deco Perancis Yang romantic dan gaya Art deco Jerman yang menghasilkan gaya khas Swiss. Di negara-negara seperti Italia, Inggris dan Amerika gaya Art Deco pun bayak digemari. Di Amerika gaya Art Deco dipengaruhi oleh ornament-ornamen Indian Amerika Utara ataupun Indian Aztec. New York dianggap sebagai ibukota Art Deco di Amerika

.

chrysler2_skyscraper_1.jpg

Gedung Chrysler

Gedung Chrysler dibangun pada tahun 1928–1930 di New York, merupakan contoh bangunan yang mengunakan Art deco . Bangunan ini dirancang oleh William Van Alen . Gedung Chrysler memiliki 1046 lantai, yang merupakan salah satu gedung tertinggi di dunia.

miami-skyline.jpg

Daerah bersejarah Art Deco

Daerah bersejarah Art Deco bertempatkan pada ujung selatan pantai Miami, Florida. Gaya art deco , yang mana fitur garis-garis geometris dan menyesuaikan mode hiasan, berkembang di daerah Miami selama pereng dunia pada 1920-an dan 1930-an.

Seni hias

art-deco-inlaid-table-th.jpgMeja Art deco

Mengunakan kayu karang dan meja kuningan ini dirancang oleh Jacques Émile Ruhlmann yang dibuat pada sekitar tahun 1931, meja ini mengunakan gaya art deco. Meja yang sederhana , bentuk-bentuk yang anggun merupakan karakteristik sifat desain Art Deco . Perpustakaan seni Bridgeman , London/New York.

Streamlined

Seperti progress tahun 1930an, Art Deco amerika semakin meningkat dan dikenal dengan sosok teknologi dan kecepatan. Hal ini menekankan pengunaan material modern yang glossy, permukaan yang halus dan garis mendatar aerodinamika. Versi art deco yang lebih halus dan rapi ini, yang dikenal sebagai streamlined modern, menggantikan detail pola geometris yang pada awal art deco.

Seorang perancang asal Amerika Donald Deskey menciptakan interior yang dilengkapi dan yang dipadukan dengan mengunakan material baru seperti Bakelit (suatu jenis plastik), chrome-plated metal, batu bara dan linoleum. Perancang Amerika Raymond Loewy membawa art deko ke dalam perumahan masyarakat dengan desain garis yang ramping untuk Coldspot refrigerator.

Pada tahun 1940an gaya art deco mulai cukup berpengaruh. seperti banyak gay desain yang kini dipertimbangkan klasik, art deco mencerminkan suatu momen kunci dalam budaya kultur modern-the age of jazz, garis mobil yang ramping(mobil streamlined), kostum yang elegan dan awal pencakar langit klasik.

Ini adalah beberapa contoh gaya art deco

decodaisies2.jpg

Decodaisies

artdecomotif.jpg

Art Deco motif

art_deco_lady_silver_250.jpg

Art deco lady silver

WAWASAN SENI

ART NOUVEAU

Art Nouveau atau seni baru adalah sebuah seni yang mempunyai aliran dekoratif tumbuhan (flora) yang meliuk-liuk. Aliran ini muncul di Eropa dan Amerika mulai tahun 1819 hingga menjelang perang dunia pertama (1914). Namun pendapat lain mengatakan Art Nouveau berakir pada 1920 oleh klasisisme pasca perang. Aliran ini muncul sebagai sebuah reaksi terhadap industrialisasi dan gaya mesin yang menghilangkan sifat manusiawi dalam seni dan pembuatan barang-barang kebutuhan manusia. Gaya ini diaplikasikan dalam seni arsitektur, furniture serta perabot program dan ilustrasi buku serta berbagai macam barang cetakan.

Art Nouveau adalah sebuah aliran/ langgam/ style seni rupa modern yang marap pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 di Eropa daratan. Abad ke-20 merupakan masa yang subur bagi berbagai jenis seni rupa modern untuk berkembang, hal ini dikarenakan pesatnya perkembangan teknologi dan pengaruh-pengaruh budaya baru (juga didukung oleh industrialisasi, kolonialisme, urbanisasi, dll.). Karya Art Nouveau biasanya dicirikan dengan bentuk-bentuk plastis dan organis, tapi tetap mengandalkan prinsip-prinsip geometris (sebagai perbandingan: Art Deco yang geometris, kaku meski menggambarkan figur-figur hewan, bunga, atau manusia). Di arsitektur ada beberapa nama yang identik dengan Art Nouveau, misalnya kota Barcelona dan Katedral La Sagrada Familia yang identik dengan arsitek Antonio Gaudi (dokumentasi karyanya bisa dicari di toko-toko buku) dan C.R. Mackintosh. Art Nouveau dapat diidentikan dengan cita rasa seni bangunan yang eksentrik dan mahal mengingat tingkat kesulitan detail yang tinggi, belum lagi dengan penerapan bahan yang mahal. Sentuhan Art Nouveau dapat didapat dengan memajang lukisan Art Nouveau, seperti reproduksi poster-poster karya Mucha Alphonse (atau eksponen Art Nouveau lain: Klimt, Moreau, Munch, Toulouse-Lautrec).

Art Nouveau Mermaid
Art Nouveau Mermaid

Nama Art Nouveau diambil dari nama sebuah toko di Paris, Maison de l’Art nouveau yang dibuka pada tahun 1895 oleh Siegfried Bing.

Di Spanyol, pergerakan terdapat di Barcelona dan diketahui sebagai modernisasi. Art Nouveau mendapat partentangan di Eropa tengah dan Eropa timur dengan adanya pengaruh dari Alfons Mucha di Prague dan moravia (bagian dari Republik Cheko). Art Nouveau mencapai puncaknya pada tahun 1890-1905, salah satu gambar Art Nouveau pertama bisa ditemukan di kastil Roquetaillade (Perancis).

Tokoh-tokoh Art Nouveau adalah:

Victor Horta, Charles Rennie Mackmtosh (Inggris), Henry van de Velde (austria), seorang arsitek Antoni Gaudi (Spanyol).

Hasil karya pada jaman Art Nouveau:

Poster Art Nouveau
Art Nouveau Poster

Art Nouveau Style Tree
Art Nouveau Style Tree

Art Nouveau Design Book
Art Nouveau design book

Moonlight
Moonlight

Sumber :

Adityawan S,Arief.Tinjauan Desain,Jakarta,Universitas Tarumanagara,1999.Hal:15-16

membuat hiasan bunga dari besi

Nama : Abee Purbaya
Kelas : XII IPS 2




Latar Belakang:
Di rumah saya menemukan barang bekas yang oleh kebanyakan orang tidak dimanfaatkan tetapi saya mempunyai ide untuk membuat hiasan bunga, dan untuk memenuhi salah satu tugas seni rupa.



Alat dan bahan:
besi
hiasan bunga dan daun bekas pager
asesoris motor (untuk pot)
cat

cara membuat:
- las bunga dan daun tersebut pada besi yang digunakan sebagai tangkainya
- las juga besi tersebut pada asesoris motor yang digunakan untuk potnya
- cat supaya terlihat bagus dan indah


Sejarah Teknik batik

Nama : Hendri Sugiar
Kelas : XII IPS 2



Seni pewarnaan kain dengan teknik pencegahan pewarnaan menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno. Penemuan di Mesir menunjukkan bahwa teknik ini telah dikenal semenjak abad ke-4 SM, dengan diketemukannya kain pembungkus mumi yang juga dilapisi malam untuk membentuk pola. Di Asia, teknik serupa batik juga diterapkan di Tiongkok semasa Dinasti T'ang (618-907) serta di India dan Jepang semasa Periode Nara (645-794). Di Afrika, teknik seperti batik dikenal oleh Suku Yoruba di Nigeria, serta Suku Soninke dan Wolof di Senegal.[2]. Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit, dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an.[3]

Walaupun kata "batik" berasal dari bahasa Jawa, kehadiran batik di Jawa sendiri tidaklah tercatat. G.P. Rouffaer berpendapat bahwa tehnik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilangka pada abad ke-6 atau ke-7. [2]Di sisi lain, J.L.A. Brandes (arkeolog Belanda) dan F.A. Sutjipto (arkeolog Indonesia) percaya bahwa tradisi batik adalah asli dari daerah seperti Toraja, Flores, Halmahera, dan Papua. Perlu dicatat bahwa wilayah tersebut bukanlah area yang dipengaruhi oleh Hinduisme tetapi diketahui memiliki tradisi kuna membuat batik.[4]

G.P. Rouffaer juga melaporkan bahwa pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 di Kediri, Jawa Timur. Dia menyimpulkan bahwa pola seperti ini hanya bisa dibentuk dengan menggunakan alat canting, sehingga ia berpendapat bahwa canting ditemukan di Jawa pada masa sekitar itu.[4]

Legenda dalam literatur Melayu abad ke-17, Sulalatus Salatin menceritakan Laksamana Hang Nadim yang diperintahkan oleh Sultan Mahmud untuk berlayar ke India agar mendapatkan 140 lembar kain serasah dengan pola 40 jenis bunga pada setiap lembarnya. Karena tidak mampu memenuhi perintah itu, dia membuat sendiri kain-kain itu. Namun sayangnya kapalnya karam dalam perjalanan pulang dan hanya mampu membawa empat lembar sehingga membuat sang Sultan kecewa.[5] Oleh beberapa penafsir,who? serasah itu ditafsirkan sebagai batik.

Dalam literatur Eropa, teknik batik ini pertama kali diceritakan dalam buku History of Java (London, 1817) tulisan Sir Thomas Stamford Raffles. Ia pernah menjadi Gubernur Inggris di Jawa semasa Napoleon menduduki Belanda. Pada 1873 seorang saudagar Belanda Van Rijekevorsel memberikan selembar batik yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke Museum Etnik di Rotterdam dan pada awal abad ke-19 itulah batik mulai mencapai masa keemasannya. Sewaktu dipamerkan di Exposition Universelle di Paris pada tahun 1900, batik Indonesia memukau publik dan seniman.[2]

Semenjak industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi, batik jenis baru muncul, dikenal sebagai batik cap dan batik cetak, sementara batik tradisional yang diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam disebut batik tulis. Pada saat yang sama imigran dari Indonesia ke Persekutuan Malaya juga membawa batik bersama mereka.

BATIK

Nama : Abee Purbaya

Kelas : XII IPS 2


Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.

Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Batik Cirebon bermotif mahluk laut

Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.

Batik dipakai untuk membungkus seluruh tubuh oleh penari Tari Bedhoyo Ketawang di keraton jawa.

Corak batik

Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki