Cari di Blog Ini

Friday, December 18, 2009

tyra nabila ips 3














alat dan bahan :
1.rante sepeda bekas
2.jam weker bekas
3.lem besi


cara membuat:
lem rante sepeda ke jam weker bekas,diamkan beberapa saat sampai lem kering....lalu jam rante weker siap di pajang sebagai jam hiasan dinding....................

BATIK

Artikel: Kerajinan - Batik Pesisir - Pekalongan

Batik Pesisir adalah salah satu motif batik tulis khas Pekalongan yang telah dikembangkan dan mengalami perubahan-perubahan sesuai dengan perkembangan dan permintaan konsumen. Pengrajin Batik Pesisir terkonsentrasi didesa Kemplong, Wiradesa, tepatnya belok kanan (dari arah Jakarta) dipersimpangan Wiradesa.

Proses pembuatan Batik Pesisir bervariasi, berkisar antara 1 sampai 6 bulan, tergantung pada tingkat kesulitan dan kompleksnya komposisi warna. Hargapun bervariasi antara Rp 1 juta sampai Rp 6 Juta.

Atas kebaikan sdr Taufik Hidayat, Koordinator Pemasaran batik dari Toko/Butik Batik “Failasuf”, saya mengunjungi sentra pengrajin Batik Pesisir didesa-Kemplong.

Proses pembuatan batik dimulai dengan bahan baku. Bahan baku yang dipergunakan untuk membuat Batik Pesisir ada 2, yaitu: Mori Katun - Rayon (Polyester) - Sutra.

Bahan baku ini dicuci dengan memasukkan bahan-bahan tersebut kedalam tungku air panas, untuk menghilangkan bahan-bahan kimia (auxillaries) yang dipergunakan oleh pabrik pembuat bahan tersebut.








[navigasi.net] Kerajinan - Batik Pesisir - Pekalongan


Setelah proses ini dilakukan pengeringan dan pelurusan, bahan ini dikirim kebagian pola, untuk digambarkan pola/designnya.

Setelah diberikan pola/design sesuai dengan rencana produksi, maka bahan Batik Pesisir yang telah berdesign itu dikirimkan kebagian pengrajin batik tulis.

Proses pembuatan batik memang rumit, dengan beberapa kali proses pewarnaan pola/design, dimana setiap pemberian warna tertentu, bagian lainnya harus ditutup dengan wax (malam) supaya tidak terwarnai. Proses pewarnaan ini bisa sampai sepuluh kali, bahkan lebih, sesuai dengan tingkat kesulitan maupun pola/design warnanya.








[navigasi.net] Kerajinan - Batik Pesisir - Pekalongan


Dapat dilihat pada gambar diatas, proses pewarnaan dan cara memegang “canting” yang bervariasi, sebagaimana setiap orang berbeda dalam hal menulis dengan tangan.

Proses canting ini juga unik, dimana setiap memulai “penulisan” pada pola/design dengan menggunakan wax (malam), ujung canting harus ditiup untuk mendorong “buble” udara yang bisa memblok alur/jalannya wax melalui ujung canting tersebut.

Disamping design yang tradisional, batik Pesisir mempunyai beberapa design yang disukai sejak dulu, yaitu design Belanda, Cina dan Jepang.

Para pengrajin mendapatkan penghasilan rata-rata sebesar Rp 9.000.- per hari dan banyak diantara mereka yang “drop-out” SMP. Meski demikian, mereka nampaknya gembira dan senyum selalu.

Memang Tuhan itu Maha Adil.


Mustika Andriani

XII IPS 3



Batik Baju Saya




BATIK merupakan kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak dulu kala. Kata Batik berasal dari bahasa Jawa 'amba' yang berarti menulis dan 'titik'. Kata batik merujuk pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan 'malam' (wax) yang diaplikasikan ke atas kain. Memang titik merupakan desain dominan pada batik.




Pada awal perkembangannya, kira-kira sekitar abad ke-XVIII atau awal abad ke-XX masih berupa batik tulis, sedangkan batik cap sendiri baru diperkenalkan setelah perang dunia pertama atau tahun 1920. Awalnya,batik dikerjakan hanya terbatas dalam keraton dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya.

Wanita-wanita Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian sehingga di pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan

Motif batik bisa menunjukkan status seseorang. Seperti kalangan keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta yang masing-masing hanya mengenakan motif batik tertentu hingga kini. Semakin meluasnya batik dipengaruhi oleh pengikut raja yang tinggal di luar keraton sehingga turut mempopulerkan batik di luar keraton.

Dari sedikit uraian sederhana tentang batik diatas, saya merasa bahwa batik adalah benarbenar milik kita, sehingga saya menyebutnya “Batika itu adalah baju saya”. Meskipun saya bukanlah suku keturunan jawa tetapi, itulah kita “bangsa Indonesia” bangsa yang bersoliditas dimana setiap milik kita yang ada, tumbuh dan berkembang di negeri kita harus kita jaga dan pertahankan sebagai indentitas kita, dan secara pribadi saya jujur mengatakan bahwa saya suka dengan “batik”. Namun, apa yang terjadi sekarang?....tatangga kita telah mencuri milik kita tersebut dan mengakuinya sebagai miliknya, dan kita hanya berdiam diri saja, seakan tidak mampu untuk merebutnya kembali. Jika kita berbicara tentang kata “milik” berarti itu adalah sesuatu yang jarus kita jaga dan pelihara dengan sunguh-sungguh karena hidup ini seperti sebatang Djarum Black yang begitu berharga untuk disia-siakan, dan bukannya direlakan untuk dihisap oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab.

Ahh……..akhirnya kita sekarang patut berbangga dengan langkah nyata pemerintah dalam mempatenkan “batik” sebagai milik asli Indonesia yang dalam waktu dekat ini akan segera di sahkan UNESCO

Nah…yang perlu kita fikirkan ke depan adalah bagimana memunculnya para pecinta-pecinta batik tanah air seperti halnya Black Community yang merupakan komunitas para pecinta mobil dan motor dan tergabung dalam Black Motor Community dan Black car community yang merupakan asli milik Indonesia. Dengan harapan bahwa nantinya para pecinta-pecinta “batik” ini akan mampu menyemangati para pemuda pemudi negeri ini untuk mencintai dan memelihara produk asli bangsa kita seperti “batik”.

Melalui tulisan singkat saya ini saya berharap supaya para pecinta batik di Indonesia dapat memperluas organisasi mereka seperti Autoblackthrough goes to campus yang merupakan ajang untuk mengembangkan para pecinta otomotif dalam mengembangkan kreatifitas tentang otomotif, dalam memperkenalkan “batik” kepada para pemuda, supaya mereka dapt menghargai warisan peninggalan nenek moyang yang sangat berharga ini.

Clara Mega Sahara
XII IPS 2